Realisasikan DD Tahap III, Wonodadi Bangun Lapen dan TPT

39
Kades Wonodadi Suparman dan Istri Triyani.

TANJUNG SARI– Pemerintah Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari mendongkrak perekonomiam masyarakat melalui pembangunan infrastrukrur. Desa tersebut membangun sesuai dengan perencanan dan aspirasi masyarakat.

Kepala Desa (Kades) Wonodadi Suparman mengatakan, melalui Dana Desa (DD) tahap III ini desa tersebut membangun Lapisan penetrasi (Lapen) Jalan di satu titik dan Talud Penahan Tanah (TPT) di dua titik. “Pembangunan Lapen di Dusun II sepanjang 849 meter dan memiliki lebar dua meter. Sedangkan pembuatan TPT di Dusun I memiliki panjang 1.070 meter, TPT di Dusun II memiliki panjang 400 meter,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Kamis (19/12).

Melalui pembangunan infrastruktur itu, Pemerintah Desa tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dalam pembangunan infrastruktur dirinya melibatkan karang taruna dan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan jalan dan TPT.

BACA :  Desa Sidomukti Totalitas di Lomba Desa

“Pengerjaan lapen jalan dikerjakan oleh karang taruna, sedangkan pembuatan TPT dikerjakan oleh masyarakat setempat. Kalau masyarakat siap, mengapa harus mengambil pekerja dari Desa lain?,” tutur Suparman.

Masih kata Suparman dirinya berharap dengan adanya pembangunan infrastruktur itu masyarakat Desa Wonodadi lebih baik dalam segi perekonomian. Tak luput dari itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu merawatnya.

“Harapan saya segala aktifitas serta perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. Saya juga berharap masyarakat dapat menjaga segala pembangunan infrastruktur yang telah dibangun oleh Kades,” beber Suparman.

Dikenal Sebagai Produsen Tusuk Sate dan Pupuk Kompos

SEBAGAI Desa yang dikenal sebagai produsen tusuk sate dan pupuk kompos, Wonodadi terus memantaskan diri sebagai salah satu pemasok terbesar kedua produk tersebut.

Kepala Desa Wonodadi Suparman mengatakan bahwa masyarakat Desa tersebut memproduksi tusuk sate. Dengan adanya bunker sapi, pupuk kompos yang diproduksi oleh desa itu juga terkenal dikalangan luar.

BACA :  Sukanegara Bidik Juara Lomba Desa

“Tusuk sate itu sudah dipasarkan hingga ke kota Bandar Lampung. Disini juga banyak bangkir, dari situ perekonomian masyarakat lebih meningkat, dari hasil penjualan sapi, pupuk kompos serta urine sapinya pun laku,” ungkap Suparman kepda Radar Lamsel, Kamis (19/12).

Dirinya berharap, dengan adanya dukungan infrastruktur serta produksi tusuk sate dan bangkir itu dapat mendongkrak perekonomian masyarakat menjadi jauh lebih baik.

“Saya berharap, Desa Wonodadi menjadi lebih jauh dikenal. Saya juga sudah berusaha maksimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan melalu pemberdayaan lainnya. Semoga perekonomian masyarakat menjadi jauh lebih baik,” pungkas Suparman.(adv)

BAGIKAN