Rela ’ngemis’ di Medsos Demi Bantu Orang Sakit

146
Rifky - Nonie Aprilina(30), sosok penggiat sosial asal Dusun Sidodadi, Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang, Minggu (4/10).

TANJUNG BINTANG – Berawal dari mengupload status di media sosial facebook, komentar positif serta support membuat Nonie Aprilina(30) wanita asal Dusun Sidodadi, Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang berinisiatif menjadi sosok penggiat sosial.

 

Seperti halnya menolong orang sakit yang lepas dari pantauan, hal itu dia lakukan dengan cara mencari donatur di facebook. Tak semulus yang dibayangkan, ternyata masih banyak seseorang yang berprasangka buruk kepadanya.

 

Meski begitu, support dari banyak pihak membuat dirinya tetap bersikeras menjadi sosok penggiat sosial. Saat ini, dirinya sudah memiliki donatur tetap dari berbagai perusahaan. Bahkan salahsatu perusahaan yang menjadi donatur tetapnya di Jakarta memberikan inventaris berupa mobil untuk kebutuhan operasional.

 

“Dua tahun lalu awalnya saya mengupload foto orang sakit di facebook, ternyata banyak orang yang komentar dengan menawarkan berbagai macam donasi. Nggak cuma uang aja, ada juga yang mendonasikan kursi, kasur sama pakaian,” Ujar Nonie kepada Radar Lamsel di kediamannya, Minggu (4/10).

BACA :  Vaksin Sasar Pelayan Publik Tanjungbintang

 

Berbagai macam bentuk donasi itu dia berikan kepada seseorang yang membutuhkan. Sayangnya, hal tersebut menimbulkan prasangka buruk orang lain kepada dirinya. Padahal, hal itu dilakukan tanpa mengharapkan sebuah imbalan.

 

“Memang saya itu nggak pernah transparan masalah donasi, karena emang donatur itu nggak mau disebutkan. Memang ada sedikit yang saya sisihkan, itupun untuk uang kas, dari uang kas itu digunakan untuk kebutuhan orang sakit yang memang mendesak. Bukan untuk saya pribadi. Kalaupun kebutuhan operasional juga memang sudah disiapkan dari donatur,” Tuturnya.

 

Bukan berarti tanpa hambatan, niat baiknya ini justru ada saya yang menganggap bahwa dirinya telah menggunakan uang yang terkumpul dari hasil donasi untuk kepentingan pribadi.

 

“Ada yang pernah menyinggung dari status facebook, jika uang dari donasi dipakai untuk membeli mobil dan membangun rumah. Padahal itu mobil inventaris dari donatur untuk transportasi, tadinya saya kemana-kemana bawa motor, rumah saya juga sekarang nggak lagi dibangun,” Pungkasnya.

BACA :  Vaksin Sasar Pelayan Publik Tanjungbintang

 

Meski begitu, dirinya masih kesulitan untuk merujuk orang sakit untuk dibawa ke rumah sakit. Kala itu, dirinya pernah merujuk orang sakit menggunakan mobil pick-up yang kebetulan lewat.

 

“Pengennya ada ambulance biar saya juga enak ngerujuk orang sakit, pengennya orang sakit yang saya rujuk ini bisa diberikan BPJS gratis dari Pemerintah. Saya nggak pernah mencari orang sakit, tapi pasti ada saja memberitahu saya lewat facebook. Kadang juga saya ngerasa capek kaya gini, tapi saya terus kepikiran. Karena adanya support dari banyak orang juga saya tetep lakuin,” Kata dia.

 

Tak hanya merujuk orang sakit saja, bahkan dia juga pernah membantu dengan membangun rumah orang yang dia tolong dari hasil donasinya di facebook. “Kalau ada donasi pasti saya tanya dulu untuk siapa? Mereka jawabnya kamu yang lebih ngerti,” Imbuhnya.(cw1)