Relokasi Dermaga Muarapilu Butuh Kajian

579
Dok. Radar Lamsel – Beginilah kondisi TPI Muarapilu, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauneni yang berdekatan dengan dermaga VII Pelabuhan Bakauheni. Jarak yang dekat antara kedua dermaga yang memiliki aktivitas masing-masing ini mengancam keselamatan para nelayan.

KALIANDA – Tawaran relokasi yang disampaikan anggota DPRD Lamsel Dapil II Sadide dari Fraksi PDIP terhadap permasalahan Dermaga Muarapilu yang jaraknya berdekatan dengan Dermaga VII Pelabuhan Bakauheni justru ditanggapi dengan datar oleh Satker terkait. Menurut Dinas Kelautan Lamsel, perlu komunikasi dan kajian terhadap masalah dan solusi tentang Dermaga Muarapilu.

Nelayan di TPI Muarapilu, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni diminta harus lebih bersabar menghadapi kondisi dermaga nelayan yang berdekatan dengan aktifitas pelayaran kapal roll on, roll off (roro) di Pelabuhan Bakauheni.

Dinas Perhubungan (Dishub) Lamsel yang mengaku akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan terkait kondisi tersebut juga belum menjalin komunikasi. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Kelautan Dwi Jatmiko saat dikonfirmasi Radar Lamsel, kemarin.

“Belum ada omongan tuh. Karena memang saya juga belum bertemu dengan Pak Kepala Dishub. Mungkin akan dijadwalkan dalam waktu dekat,”kata Dwi yang ditemui disela kegiatan pelepasan anak penyu di Kalianda, kemarin.

BACA :  Kenali BSU, Subsidi untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS

Menanggapi soal dekatnya jarak antara dermaga VII pelabuhan Bakauheni dengan TPI Muarapilu yang dikhawatirkan rentan terjadinya kecelakaan, Dwi hanya berpesan kepada para nelayan agar berhati-hati dalam melakukan aktifitasnya. Menurutnya, keberadaan dermaga VII memang masih dalam kawasan tanah milik ASDP.

“Ya, intinya nelayan harus lebih hati-hati dalam beraktifitas. Toh walaupun jaraknya (dermaga) dekat atau jauh harus tetap berhati-hati karena aktifitasnya memang di lautan lepas,”ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, soal wacana relokasi keberadaan TPI Muarapilu yang dilontarkan oleh anggota DPRD Lamsel Sadide sebagai solusi dari permasalahan tersebut juga belum bisa dipastikan. Sebab, pihaknya akan melakukan berbagai kajian khusus.

BACA :  ’Kuda-kuda’ KBM Tatap Muka

“Kalau soal itu (relokasi), nanti kita akan bahas lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. Karena itu perlu melakukan berbagai kajian-kajian khusus. Tidak bisa kita putuskan sendiri,”pungkasnya.

Sebelumnya, terkait ancaman keselamatan ratusan nelayan muarapilu karena jarak yg berdekatan antar dermaga, anggota DPRD Lamsel Sadide juga mengungkapkan relokasi kampung nelayan di TPI Muarapilu bukan hanya menjadi solusi atas persoalan tersebut. Menurut dia, jika relokasi bisa dilakukan, rencana itu akan menumbuhkan perekonomian baru di wilayah setempat.

“Nelayan disini (TPI Muarapilu) sudah mengantongi wilayah baru jika memang pemerintah mau merelokasinya. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari lokasi sekarang. Jarak ini dirasa cukup aman bagi para nelayan. Lokasinya ada di Pegantungan. Masih di Desa Bakauheni,” ungkap Sadide.(idh)