RP 40 Ribu per Tahun, AUTS Belum Diminati

124
Kepala UPT Puskeswan Kecamatan Palas - Sragi, Wardi.

PALAS – Peristiwa kebakaran kandang ternak yang terjadi di Desa Bumidaya pada hari Minggu (21/7) menjadi pembelajaran untuk semua peternak sapi di Kecamatan Palas.

Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) disarankan sebagai solusi terbaik untuk mengantisipasi kerugian peternak maupun petani yang memiliki sapi.

          Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Palas – Sragi, Wardi mengatakan, program AUTS yang mulai digulirkan sejak 2018 lalu seharunya menjadi kesempatan peternak untuk mendapatkan perlindungan , jika suatu waktu  peternak mengalami kematian atau kehilangan hewan ternak.

          “Harusnya adanya program AUTS ini bisa dimanfaatkan pelaku ternak untuk mendapatkan perlindungan demi menghindari kerugian jika suatu waktu terjadi kematian  dan kehilangan hewan ternak,” kata Wardi saat ditemui Radar Lamsel, Selasa (23/7).

BACA :  LKS Bina Sejahtera Berikan Bantuan Untuk Daeng

          Wardi mengungkapkan, kerugian yang dialami Maryani (52) yang mengalami kebaran kandang ternak yang menyabakan satu ekor indukan sapi mati mestinya menjadi pembelajaran untuk pelaku ternak di wilayah Kecamatan Palas.

          “Peristiwa ini mesti menjadi pembelajaran untuk peternak. Seharusnya jika sudah terdaftar AUTS Maryani tidak mengalami kerugian yang begitu besar,” tuturnya.

          Wardi mengungkapkan, saat ini biaya pendaftaran asuransi AUTS sebesar RP 40.000 per tahun. Namun harga tersebut belum mampu menarik minat petani untuk mendaftarkan hewan ternak meraka kedalam asuransi AUTS.

          “Pendaftaran AUTS sebenarnya sebesar RP 200.000  namun dengan disubsidi pemerintah harga pendaftarannya hanya RP 40.000 maka sangat disayangkan jika pertani masih enggan untuk mendaftarkan hewan ternak mereka,” ucapnya.

BACA :  Aparat Desa Sukaraja Mogok Kerja

          Lebih lanjut, Wardi menjelaskan jumlah hewan tenak sapi yang sudah terdaftar AUTS juga dinilai masih minim. Dari 260 ekor sapi betina yang ditargetkan pada tahun 2019, hingga saat ini baru tercapai sekitar 70 persen.

          “Total di Kecamatan Palas sapi betina produktif sebanyak 2.573 ekor. Dari 260 yang ditargetkan baru tercapai sekitar 175 ekor, ini artinya peminatnya masih minim. Harapan kami dengan adanya kejadian kebaran ini dapat menjadi pembelajaran untuk peternak untuk mendaftar asuransi AUTS,” papar Suwardi. (vid)