RSUD Bob Bazar Layani 500 Dosis Vaksin per Hari

6
Iwan J Sastra - Plt. Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, dr. Putra Harapan, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19, di RSUD Bob Bazar Kalianda, Rabu (13-10) kemarin.

KALIANDA – Pemberian vaksinasi pencegahan covid-19 untuk masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda, berjalan lancar, Rabu (13/10).

Ratusan warga yang datang dari sejumlah wilayah di Kecamatan Kalianda rela mengantri dari pagi hingga sore demi mendapatkan suntikan vaksinasi tersebut.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan kelanjutan dari lounching gebyar vaksinasi covid-19, yang digelar oleh  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, pada Senin lalu, dalam rangka mengejar tercapainya herd immunity (kekebalan kelompok) untuk masyarakat dari penularan Covid-19.

Plt. Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, dr. Putra Harapan mengatakan, dalam pelaksanaan pemberian vaksinasi di RSUD Bob Bazar Kalianda, untuk bisa mencapai jumlah yang ditargetkan,  pihaknya melayani 500 peserta vaksin per hari.

“Untuk jumlah total peserta vaksinasi yang ditargetkan sebanyak 2.097 orang. Per harinya kami siap melayani peserta vaksin sebanyak 500 orang. Mudah-mudahan sampai dengan batas waktu yang ditentukan yakni tanggal 18 Oktober 2021, terget tersebut bisa tercapai,” ujar Putra Harapan, kepada Radar Lamsel yang ditemui saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di RSUD Bob Bazar, kemarin.

Putra Harapan menuturkan, pelaksanaan vaksinasi di RSUD Bob Bazar Kalianda, dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Bagi peserta vaksinasi diwajibkan untuk membawa KTP dan Kartu keluarga sebagai syarat pendaftaran.

BACA :  Peningkatan Investor Dipengaruhi Sektor Telekomunikasi

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi agar datang ke RSUD Bob Bazar Kalianda, atau ke posko-posko vaksinasi yang telah disediakan oleh pemerintah untuk diberikan vaksinasi covid-19 secara gratis. Karena vaksinasi ini sangat penting, selain untuk kesehatan tubuh, juga sebagai syarat untuk mengurus berbagai administrasi pelayanan umum,” katanya.

Diungkapkannya, vaksinasi atau imunisasi bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin COVID-19 adalah menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini.

“Meskipun tidak 100 persen, setidaknya bisa melindungi seseorang dari infeksi virus Corona, vaksin ini dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat COVID-19,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, vaksinasi COVID-19 juga bertujuan untuk mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Hal ini penting karena ada sebagian orang yang tidak bisa divaksin karena alasan tertentu.

BACA :  77.804 Peserta PBI Nonaktif

“Orang yang tidak dianjurkan untuk menerima vaksin atau tidak menjadi prioritas untuk vaksin COVID-19 antara lain anak-anak atau remaja berusia di bawah 18 tahun, dan orang yang menderita penyakit tertentu, misalnya diabetes atau hipertensi yang tidak terkontrol,” pungkasnya.

Vaksinasi Covid-19 di Lampung melesat. Jika sebelumnya menjadi Provinsi dengan capaian terendah, kini Lampung melampaui beberapa provinsi dibawahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun darihttps://vaksin.kemkes.go.id/#/provinces, vaksinasi Provinsi Lampung pada Rabu (13/10) mencapai 30,51%. Capaian ini buat Lampung melewati Provinsi lainnya, seperti Papua capai  vaksin saat ini 23,48%, Sumatera Barat 25,96%, Aceh 27, 19%, Sulawesi Barat 28,99%, Maluku Utara 29,01%, Maluku 29,37% dan Bengkulu 29,60%.

Sementara di Provinsi Lampung vaksinasi yang sudah diatas 50% baru Bandarlampung sebesar 67,79% dan Metro 89,11%. Sementara sisanya Lampung Tengah 19,30%, Tanggamus 22%, Tulangbawang 32,13%, Lampung Timur 20,10%, Waykanan 26,36%, Pesawaran 18,47%. Kemudian Lampung Selatan 29,52%, Lampung Utara 28,76%, Lampung Barat 32,93%, Pringsewu 23,16%,

Tulangbawang Barat 19,22%, Mesuji 17,31% dan Pesisir Barat 12,15%.

Lampung masih berada di bawah Provinsi Kalimantan Barat 31,60% dan Kalimantan Selatan sebesar 31,83%. (Iwn)