RSUD Pesawaran Rawat Wanita Paruh Baya Tanpa Identitas Korban Tabrak Lari

69
Foto Egy 2 - RSUD Pesawaran meraawat wanita paruh baya tanpa identitas yang diduga korban tabrak lari.
GEDONGTATAAN – Wanita paruh baya tanpa identitas yang diduga adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dirawat oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesawaran lantaran diduga menjadi korban tabrak lari di sekitar jalan Ahmad Yani Gedongtataan, Jum’at (21/2).
Hal ini diungkapkan Kepala Ruangan Bedah RSUD Kabupaten Pesawaran, NS Mardiani S. Kep, bahwa pasien tanpa identitas ini diantar oleh pihak kepolisian ke Unit Gawat Darurat (UGD) karena mengalami patah tulang di bagian tangan kiri dan kaki kiri akibat ditabrak orang yang tidak bertanggung jawab.
“Kemarin kami sudah melakukan tranfusi darah karena Hemoglobin (Hb) nya rendah, dan baru masuk satu kantong darah. Pasien ini tanpa identitas saat diantar oleh pihak kepolisian ke UGD kemarin,” ungkap Mardiani saat sedang melakukan perawatan di ruang bedah RSUD Kabupaten Pesawaran, Jumat (21/2).
Sementara itu, pihak RSUD Kabupaten Pesawaran sudah melakukan perawatan darurat dengan melakukan gips pada bagian kaki kiri dan tangan kiri pasien yang patah tulang, pihak RSUD juga mengalami kesulitan untuk melakukan tindakan lebih lanjut dikarenakan tidak adanya Dokter Spesialis Ahli dan kondisi pasien tersebut tanpa identitas yang membuat pihak RSUD Kabupaten Pesawaran tidak bisa melakukan tindakan lebih lanjut lagi.
“Dari pihak dokter bedah disini sudah menyarankan agar pasien dirujuk ke RS Abdul Moeloek untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, karena disini tidak ada dokternya untuk melakukan tindakan seperti ini dan di tambah pasien ini yang tanpa identitas,” tuturnya.
Pihak RSUD Kabupaten Pesawaran berharap agar pihak keluarga yang mengenal pasien tanpa identitas tersebut bisa mendatangi pihak rumah sakit guna untuk segera di rujuk ke RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Harapan kami pasien tanpa identitas ini ditangani dengan segera apalagi traktur (patah tulang, red) di dalam, karena kalau tidak dlakukan perawatan lebih lanjut bisa berbahaya,” pungkasnya. (egy/esn)
BACA :  Bappeda Pesawaran Ikuti Video Conference Kemendagri Dengan Pemprov dan Pemkab Seluruh Indonesia