Ruang Keluarga untuk Pertemuan Wali Murid dan Guru

1088
Randi Pratama – Ruang Keluarga di SMK Negeri 1 Kalianda yang digunakan untuk Pertemuan wali murid dan guru.

SMKN 1 Kalianda Miliki Ruang Keluarga

KALIANDA – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kalianda kini sudah memiliki ruang keluarga. Ruang keluarga yang diproyeksikan menjadi sahabat keluarga adalah sarana untuk bermusyawarah bagi orang tua dengan para guru di sekolah.

Ruang keluarga yang dimiliki SMK Negeri 1 Kalianda itu dibangun tahun 2016 lalu atas program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada masa jabatan Anies Baswedan mengenai pendidikan keluarga.

Pada saat itu Mendikbud menyatakan pihak yang bertanggung jawab mengenai pendidikan ada tiga, yaitu pemerintah, sekolah dan masyarakat atau keluarga. Tujuan dibangunnya ruang keluarga sebagai jembatan mempererat hubungan antara orang tua atau wali siswa dengan sekolah.

Kepala SMK Negeri 1 Kalianda Drs. Harminto mengatakan, ruang keluarga itu digunakan untuk membidangi segala persoalan yang ada dilingkungan sekolah. Seperti masalah dalam belajar, masalah bimbingan dan masalah mengenai pendidikan masa depan.

“Orang tua murid bisa bertanya kepada pihak sekolah, anak yang bersangkutan mau kuliah atau bagaimana setelah lulus. Kalau memang ingin melanjutkan pendidikan, kami akan merekomendasikan jurusan yang cocok. Begitu pula bila si anak ingin bekerja,” ujar Harminto kepada Radar Lamsel saat ditemui diruang kerjanya, Senin (23/1).

Selama ini, sambung dia, orang tua selalu dipanggil karena masalah kenakalan dan biaya sekolah yang langsung dipertemukan dengan guru bimbingan konseling (BK) dan guru wali kelas. Dengan adanya ruang keluarga, orang tua siswa bukan hanya bisa menyelesaikan masalah tetapi juga bisa meminta pendapat kepada guru dan memberikan solusi pembelajaran yang baik untuk si anak.

“Orang tua yang datang ke ruang keluarga akan kita temukan langsung dengan wali kelas untuk membahas masalah yang akan ditanyakan,” katanya.

Ruang keluarga, kata dia, bisa dijadikan pusat informasi bagi orang tua siswa yang ingin mengetahui aktivitas anak-anaknya di sekolah. “Misalnya ada orang tua murid ingin mengetahui kenapa anaknya pulang sore. Orang tua bisa langsung ke ruang keluarga di sekolah. Disitu kita jelaskan apakah benar anak tersebut pulang sore karena mengikuti bimbel atau ekstra kulikuler (ekskul),” katanya.

Sebagai SMK satu-satunya yang memiliki ruang keluarga, pihaknya menginginkan orang tua murid agar lebih aktif menanyakan kegiatan anaknya disekolah dengan memanfaatkan ruang keluarga tersebut. “Kami sudah mensosialisasikan ruang keluarga kepada seluruh orang tua murid, supaya mereka tahu kalau ruang keluarga itu bisa dijadikan sarana dan wadah untuk ber musyawarah, diskusi dan konsultasi mengenai anak-anak di sekolah,” tambahnya. (rnd)