Rumah Janda Ludes Terbakar

723
Agus Pamintaher - Akibat korsleting listrik, rumah janda anak dua warga desa Triharjo, kecamatan Merbau Mataram, ludes terbakar Sabtu (7/11).

MERBAU MATARAM – Pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Lampung Selatan sejak beberapa bulan terakhir ini berdampak luas bagi masyarakat. Selain membuat tidak nyaman bagi masyarakat, pemadaman juga membuat usaha kecil menjerit.
Parahnya lagi, pemadaman listrik tanpa mengenal waktu itu bisa membawa bencana kebakaran akibat korsleting arus listrik. Seperti peristiwa yang menimpa Marsinem (47) warga RT/RW 001/003 Dusun Giri Jaya, Desa Tri Harjo, Kecamatan Merbaumataram, Sabtu (7/11) sekitar pukul 08.30 WIB.
Diduga akibat korsleting listrik, rumah janda dua anak ini ludes terbakar dan tak ada satupun harta benda berharga yang bisa di selamatkan.
Marsinem mengatakan, dalam musibah kebakaran, harta benda berupa satu unit sepeda motor Honda Revo Fit BE 4935 EG milik anaknya tinggal kerangka mesin, perabot rumah tangga dan peralatan dapur juga tak ada sisa. Bahkan rumah dari geribik berukuran 6 x 9 meter persegi rata dengan tanah.
“Tak ada satupun yang bisa kami selamatkan, saat itu rumah dalam keadaan kosong. Saya bekerja sebagai buruh dan anak-anak saya pergi ke bekerja dan sekolah. Mungkin kebakaran karena ada korsleting listrik akibat seringnya mati lampu,”kata Marsinem.
Sarmin (55) kakak korban mengatakan, ia melihat api sudah membesar saat membenarkan genting milik tetangganya. Karena rumah terbuat dari bahan yang mudah terbakar, salam hitungan menit sudah rata dengan tanah.
“Kami bingung mau bagaimana mengatasi kobaran api yang begitu cepat membesarnya. Kami hanya bisa berteriak minta tolong dan memadamkan api apa adanya. Namun apa daya, api begitu cepat membesar dan membuat rumah adik saya hanya tinggal puing-puing,”kata Sarmin.
Sementara itu Kepala Desa Tri Harjo, Santoso membenarkan telah terjadi kebakaran rumah milik warganya. Karena kobaran api begitu cepat, tidak ada satupun harta korban yang bisa diselamatkan. Agar korban bisa mendapatkan tempat berteduh, ia akan menggerakkan warga untuk bergotong-royong membangun rumah korban.
“Korban dan anak-anaknya, untuk sementara tinggal bersama famili yang rumahnya berdekatan. Nanti akan kita upayakan membangun kembali rumah korban. Namun kami juga akan melaporkan ke Pemerintah Kecamatan agar dilanjutkan ke Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel agar mendapat bantuan,”ujar Santoso. (gus)

BACA :  Bidan Desa kok Arahkan Bumil ke RS Swasta
BAGIKAN