Ryamizard Ryacudu: Tidak Ada Lagi 01, dan 02

288
Randi Pratama – Pangeran Sangun Khatu Ya Bandakh II, Brigjen. Pol. Rudi Setiawan, S.I.K, (kiri) menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, di Lamban Balak Marga Legun Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (30/6) kemarin.

KALIANDA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), jenderal TNI (purn.) Ryamizard Ryacudu, menegaskan suku Lampung adalah suku toleran. Ia meminta masyarakat Lampung melaksanakan apa yang sudah dituliskan. Mantan Pangkostrad ini juga menegaskan bahwa pasca pemilihan umum (pemilu) pada April lalu, tidak ada lagi pihak 01 dan 02.

          “Di manapun saya katakan, saya bilang enggak ada lagi 01, 02, ya. Nol-nol. Kalau mau kosong-kosongan nanti lima tahun lagi. Tak usah lagi kita berkelahi lagi, kampungan itu,” kata Ryamizard saat diwawancarai awak media usai menghadiri acara halal bihalal di Lamban Balak Marga Legun Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (30/6) kemarin.

BACA :  Rengkuh Penghargaan Turunkan Stunting

Ryamizard melanjutkan, suku Lampung merupakan salah satu suku bangsa yang memiliki peradaban yang tinggi. Bukti nyatanya, kata dia, suku Lampung memiliki aksara baca tulis, dan dua dialek. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-23 ini mengaku ingin menyadarkan masyarakat.

Putra Mayjen. TNI. Musannif Ryacudu ini ini mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia. Hal ini terlihat dari jumlah populasi penduduk yang mencapai sebanyak 263 juta jiwa, dan 17 ribu pulau yang tersebar di seluruh Indonesia.

BACA :  Aparatur Desa Dibina Tingkatkan Tupoksi Kerja

“Indonesia adalah keragaman, baik itu berbeda suku, agama, dan tradisi. Saya mengajak untuk membangun wilayah Lampung dengan ukhuwah islamiah. Suku Lampung adalah suku toleran, ini harus dipertahankan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ryamizard menyampaikan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika ada yang tak suka dengan Pancasila, Ryamizard mempersilakan kepada siapapun untuk keluar dari negara Indonesia.

“Siapa pun yang tidak suka Pancasila, silakan keluar dari Indonesia. Ini himbauan saya di Lampung ini,” katanya. (rnd)