Saat Rapid Tes 5 Reaktif, Setalah Swab 4 Negatif

37

KALIANDA – Hasil tes rapid berkala kepada 295 tenaga kesehatan di RSUD Bob Bazar Kalianda telah keluar. Ada 5 orang yang dinyatakan reaktif. Namun kondisi tersebut sudah ditindaklanjuti dengan tes swab. Keempatnya dinyatakan negatif. Sedangkan hasil swab kepada 1 orang lainnya belum diketahui.
“Kami masih menunggu hasil swab,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan, dr. Jimny B. Hutapea, MARS kepada Radar Lamsel, Selasa (29/9/2020).
Besar kemungkinan tes rapid kepada pegawai rumah sakit pelat merah ini bakal berlanjut. Sebab, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan ini menargetkan tes rapid harus dijalani oleh 400 tenaga kesehatan. Artinya, masih ada 105 pegawai lagi yang bakal menjalani metode skrining awal antibodi ini.
“Kita tes secara berkala, targetnya 400 orang tenaga kesehatan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan pegawai rumah sakit Bob Bazar Kalianda menjalani tes rapid, Senin (28/9/2020). Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, puluhan pegawai tersebut berasal dari beberapa ruangan pelayanan. Di antaranya bagian umum, bagian keuangan, bagian pelayanan medis, bagian MR (Medical Record), dan pendaftaran rawat jalan.
Belum diketahui seperti apa hasil rapid tersebut. Apakah reaktif atau non reaktif. Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, hanya seluruh pegawai bagian MR saja yang dinyatakan non reaktif. Hasil itu dibenarkan oleh sumber Radar Lamsel di Bob Bazar Kalianda. Sumber ini menyebutkan semua pegawai MR yang menjalani metode skrining awal antibodi itu dinyatakan negatif.
“Alhamdulillah, hasil ter rapid (bagian MR) aman,” katanya, Senin (28/9/2020).
Dikonfirmasi, Direktur Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, dr. Media Apriliana, mengaku belum mengetahui secara detail mengenai hasil tes rapid para pegawainya. Begitu pula dengan pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit pelat merah yang terletak di desa Kedaton, kecamatan Kalianda itu.

BACA :  Banyak Nelayan Tanpa Kapal

“Waduh, saya enggak hapal. Nanti ditanyain ke petugas lab,” katanya. (rnd)