Salurkan Sembako di Empat Kecamatan

96

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mendistribusikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) bagi masyarakat yang terdampak korona atau COVID-19, pada Senin (29/6/2020). Empat kecamatan menjadi sasaran awal penyaluran sembako tersebut.

Diantaranya adalah Kecamatan Way Panji sebanyak 388 paket, Kecamatan Katibung 1.172 paket, Kecamatan Ketapang sebanyak 1.687 paket dan Kecamatan Sidomulyo sebanyak 1.600 paket.

Dimulainya pengirimam ribuan paket sembako itu, diawali diempat kecamatan. Yakni Kecamatan Ketapang, Way Panji, Katibung dan Sidomulyo.

Di Kecamatan Katibung, pembagian sembako secara simbolis di launching oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Supriyanto, S.Sos, MM mewakili Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto.

Serah terima kepada para Kepala Desa se-Kecamatan Katibung itu berlangsung di aula kantor kecamatan setempat. Prosesi itu turut disaksikan anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan daerah pemilihan 7 dari Fraksi Gerindra, Farizal Purba, SE.

Nampak hadir juga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Yansen Mulia, jajaran Inspektorat dan Kesbangpol, Camat Katibung dan sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Lampung Selatan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Supriyanto mengatakan, bantuan sembako tersebut untuk membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi COVID-19. Adapun paket sembako itu berisi beras 5 Kilogram, gula 2 Kilogram, dan minyak makan 1 liter.

BACA :  Dua TP PKK Bertukar Informasi

“Ini merupakan bagian dari percepatan penanganan COVID-19. Jangan dilihat isinya, karena sekedar untuk membantu. Berapa pun nilainya, mudah-mudahan bisa bermanfaat, menjadi hikmah bukan fitnah,” ujar Supriyanto saat menyampaikan sambutan bupati.

Supriyanto menuturkan, bantuan yang bersumber dari APBD melalui realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19 itu untuk mengcover masyarakat yang belum pernah tersentuh bantuan apapun. Baik yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun dana desa.

“Jadi semua anggaran Organisasi Perangkat Daerah itu dipangkas 50% untuk penanganan COVID-19. Untuk perjalanan dinas saja sudah tidak ada. Tetapi dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mereka tetap semangat mendampingi hingga bantuan sembako ini benar-benar sampai kepada masyarakat di desa,” kata Supriyanto.

Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga meminta kepada tim Gugus Tugas Kabupaten, jajaran pemerintah kecamatan hingga desa untuk menjadikan momentum tersebut sebagai upaya menyosialisasikan pentingnya mentaati protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

“Pak bupati meminta agar kita semua dapat saling mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Intinya pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak. Ini untuk memutus peyebaran dan mengurangi dampak COVID-19,” imbuh Supriyanto.

Disisi lain, anggota DPRD Lampung Selatan, dari Fraksi Gerindra, Farizal Purba mengingatkan, bantuan sembako tersebut harus tepat sasaran. Dan disalurkan kepada warga yang berhak.

BACA :  Polisi Jamin Pilkada Aman

Ia menyatakan, Pemerintah Kabupaten dan DPRD telah berusaha semaksimal mungkin dalam penanganan COVID-19. Salah satunya terkait realokasi anggaran COVID-19.

“Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana. Saya hanya titip kepada kepala desa, laksanakan sesuai ketentuan. Jangan sampai ada permasalahan di kemudian hari. Kalau warga tidak berhak menerima sesuai ketentuan jangan dipaksakan,” tukasnya.

Sementara, Kepala DKP Kabupaten Lampung Selatan, Yansen Mulia menambahkan, Pemkab Lampung Selatan mulai mendistribusikan 24.941 paket sembako untuk masyarakat yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.

“Hari kita distribusikan diempat kecamatan terdiri dari 59 desa. Totalnya ada 4.847 paket. Untuk Kecamatan Katibung terdiri dari 12 desa dan 1.172 paket. Kita serahkan ke kepala desa. Nanti desa yang akan mendistribusikan ke warga didampingi tim kabupaten,” tuturnya.

Ia juga memastikan, bantuan tersebut akan diserahkan kepada warga yang berhak menerima. Selain dari warga penerima PKH, BPNT, Program Sembako, BST, BLT, atau program sejenisnya.

“Diluar yang sudah menerima program jaringan pengaman sosial. Makanya setiap desa kita dampingi tim kabupaten. Tujuan untuk memastikan warga yang menerima benar-benar yang berhak, tidak pernah menerima bantuan yang sudah disebutkan tadi,” tandasnya. (red)