Sampah Banjir Bandang Masih Numpuk di Dua Desa

581

KALIANDA – Pasca banjir bandang yang menerjang Kecamatan Kalianda beberapa waktu lalu hingga kini masih menyisakan tumpukan sampah. Dari sekian banyak desa yang terkena banjir, Desa Tajimalela dan Canggu yang hingga kini masih menyisakan tumpukan sampah dilingkungan rumah warga.

Tumpukan sampah masih banyak terlihat di sungai utama menghanyutkan sampah saat banjir bandang menerjang awal Februari lalu. Atas kondisi ini, warga yang merasa kurang nyaman dengan keberadaan sampah meminta dinas dan instansi terkait untuk segera membersihkannya.

“Sudah dua minggu lebih sampah-sampah ini ada dilingkungan kami, maka dari itu kami meminta perhatian dinas-dinas yang menaungi masalah seperti ini. Supaya bisa segera dibersihkan,” kata warga Desa Tajimalela, Agus (34) kepada Radar Lamsel, Rabu (18/4) kemarin.

BACA :  Hanya Screening tak Mampu Diagnosa Corona

Ita (26), warga lainnya mengatakan, masalah seperti ini harusnya bisa cepat diatasi dan diselesaikan. Jika dibiarkan berlarut-larut, lanjut dia, warga khawatir sampah-sampah itu akan menimbulkan sesuatu yang buruk. “Lingkungan kotor akan menimbulkan sesuatu yang kotor, tentunya masalah penyakit. Kami tidak ingin itu menimpa kami karena tumpukan sampah yang dibiarkan saja seperti ini,” katanya.

Disisi lain, warga Desa Canggu juga menyatakan permintaan bantuan kepada pemerintah. Seperti yang diungkapkan oleh Eko (27) yang meminta sampah didekat lingkungannya itu segera dibereskan. Dia berpendapat bahwa sampah bekas material bangunan dan kayu dari banjir bandang itu dianggap sangat mengganggu.

“Karena sampahnya masih banyak yang menumpuk, jadi kesannya jadi terlihat kumuh. Inilah mengapa kami meminta bantuan supaya ada solusinya,” katanya.

BACA :  PDP Berkurang, ODP Bertambah

Dikonfirmasi soal sampah di Desa Tajimalela dan desa Canggu, Camat Kalianda Erdiyansyah tak menampik jika soal keberadaan sampah di dua desa itu. Menurut Erdi bukan hal mudah untuk membersihkan tumpukan sampah bekas puing bangunan dan kayu yang ada dilingkungan sungai. “Ya, itu harus memakai alat berat,” katanya.

Demi memenuhi permintaan warga yang menginginkan sampah agar segera dibereskan, Erdi mengaku akan mencoba menyampaikan persoalan itu dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Diperkim) Lamsel.

“Kami akan coba koordinasikan dengan Disperkim. Sementara menunggu, kami juga meminta masyarakat agar bersedia bergotong-royong membersihkan sampah-sampah yang ada dilingkungan sekitar mereka,” pungkasnya. (rnd)