Santri Al-Fatah Kutuk Kezaliman di Uighur

78
Kemas Yogi - Sejumlah santriwati Ponpes Alfatah saat menggelar aksi membela Muslim Uighur di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Jumat (10/1).

NATAR – Aksi teatrikal oleh pemuda  pondok pesantren Alfatah, Natar, Lampung Selatan turut warnai unjuk rasa menentang kekerasan muslim Uighur di Tugu Adipura, Bandarlampung. Masa aksi menuntut Pemerintah Tiongkok hentikan kekerasan dan diskriminasi.

Berdasarkan pantauan, Aksi teatrikal tersebut dilakukan untuk menggambarkan kesengsaraan umat muslim Uighur yang ditindas mulai dari tindak kekerasan seperti dipukul, diberi makanan dan minuman haram seperti miras dan danging babi, ada juga tiruan penembakan sadis perwakilan pemerintah Tiongkok, hingga datangnya Pesepak bola Arsenal Ozil yang menyuarakan ketidak adilan itu di dunia.

BACA :  Catat! BLT Untuk Kebutuhan Pokok

Koordinator Lapangan (Korlap) Nurhadis mengatakan aksi solidaritas ini tidak lain adalah bentuk kepedulian terhadap muslim Uighur terhadap ketidak adilan yang dilakukan sistematis oleh Pemerintah China.

“Mereka disiksa, mereka dipaksa, mereka dilarang beribadah dan ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap saudara kita yang ada disana,” katanya, Jumat(10/1).

BACA :  Monev Menanti Seluruh Desa di Kecamatan Natar

Untuk itu, dirinya juga memintah Pemerintah Tiongkok untuk menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap umat islam di Xinjiang.  

“Bukan hanya itu saja kita meminta Pemerintah Tiongkok membuka informasi selebar-lebarnya, apa yang sebenarnya terjadi terhadap saudara-saudara kita disana karena informasi yang kita dapatkan itu simpang siur jadi kita perlu pemerintah sana terbuka,”tegasnya.(Kms)