Sasaran SERASI Dibidik Masuk AUTP

93
David Zulkarnain – Pertemuan bulanana Gapoktan Mitra Mandiri, Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Selasa (14/1). Dalam pertemuan tersebut Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi, mengharapkan lahan sasaran program Serasi masuk asuransi AUTP.

SRAGI – Unit Pelakasana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi terus berupaya meningkatkan lahan padi yang rawan terancam agar tercover dalam  Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP).

Salah satu upaya itu, ditunjukan dengan mewajibkan lahan yang menjadi sasaran program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) masuk  dalam asuransi AUTP, untuk meminimalisir kerugian ketika lahan padi terdampak banjir.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecaatan Sragi, Eka Saputra pada saat menghadiri pertemuan rutin bulanan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Mandiri, Desa Sukapura, Selasa (14/1).Ekan menerangkan, inisiatif mewajibkan lahan sasaran program Serasi tercover dalam asuransi AUTP ini sebabagi upaya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam melindungi petani dari kerugian akibat banjir melalui asuransi AUTP.

BACA :  Bertahun Dikeluhkan, Cadong Tak Pernah Ditertibkan DKP

“Pada musim rendeng tahun ini kami terus berupaya agar pendaftar asuransi AUTP terus meningkat. Salah satunya dengang mewajibkan lahan sasaran Serasi masuk dalam asuransi,”  ujar Eka Saputra kepada Radar Lamsel di sela kegiatan tersebut.

Eka menyebutkan, untuk di Kecamatan Sragi terdapat 357 hektar lahan persawahan yang menjadi sasaran program Serasi. Dimana lahan tersebut tersebar di tiga desa yakni, Desa Sukapura 200 hektar, Mandalasari seluas 102 hektar, dan Desa Kuala Sekampung seluas 155 hektar.

“Ada 357 hektar lahan rawan banjir yang menjadi sasaran program Serasi ini yang sudah kita arahkan agar masuk dalam asuransi. Tidak sampai disitu saja, kami juga sudah mulai mensosialisasikan asuransi AUTP ini ke desa-desa yang lain. Dengan harapan pendaftar asuransi akan meningkat,” harapnya.

BACA :  Program PSR Terancam Gagal

Sementara itu Ketua Gapoktan Mitra Mandiri Riyanto menegaskan, meski dengan normalisasi saluran irigasi tersier tersebut dapat menanggulangi banjir. Namun saat ini pihaknya tetap mengajak petani untuk masuk kedala asuransi AUTP.

“Kami juga sudah memberikan sosilasasi kepada petani penerima manfaat program Serasi. Bahkan petani lain juga sudah kami sosialisasikan, karena asuransi AUTP ini memang penting untuk melindungi petani dari kerugian akibat banjir,” pungkasnya. (vid)