Satu Desa di Sragi Canangkan Swasembada WC

506
Agus Pamintaher – Camat Sragi, Suwardi, S.Pd mendantangani MoU Swasembada WC di Desa Margajasa, Jum’at (11/11).

SRAGI – Mendukung program Swasembada WC di Lampung Selatan, Desa Margajasa, Kecamatan Sragi membagikan 50 paket jamban kepada keluarga yang belum memiliki jamban sehat. Pencanangan program, ditandai dengan penandatangan MoU antara Pemerintah Kecamatan, Puskesmas Rawat Inap dan Kepala Desa, Jum’at (11/11).

Camat Sragi, Suwardi, S.Pd,MM mengatakan, pencanangan swasemabada WC di tingkat kecamatan dan desa itu merupakan tindaklanjut dari program Pemkab Lamsel. Bupati Lamsel DR. Hi. Zainudin Hasan ingin agar seluruh masyarakat Lamsel pada 2018-2019 sudah memiliki jamban sehat semua.

“Margajasa sebagai desa pertama di Kecamatan Sragi yang telah mencanangkan Swasembada WC. Alhamdulillah di Margajasa sudah menghasilkan jamban 50 unit yang diberikan kepada 50 kepala keluarga (KK). Saya berharap desa lain langsung melaksanakan program itu agar pada 2018-2019 sudah tidak ada lagi WC cemplung atau buang air besar sembarangan,” kata Suwardi.

BACA :  Hamdalah, Lamsel Masih Nihil Corona

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sragi, Sumari Sasmito mengatakan, berdasarkan data survei dilapangan masih banyak warga yang belum memiliki jamban sehat. Mereka lebih banyak yang menggunakan WC cemplung dan kurang sehat.

Sehingga Swasembada WC sangat singkron dengan program PRI Sragi. Ia berharap program Sanitasi Total Berbasais Masyarakat (STBM) dapat didukung oleh para Kepala Desa. Namun masyarakat juga ikut berperan aktif, agar pemberdayaannya dapat berjalan dengan baik.

“Warga yang masih menggunakan WC cemplung untuk di Kecamatan Sragi, berkisar 11-51 persen dari jumlah KKK. Ini masih cukup banyak dan perlu segera dilaksanakan program swasembada WC. Apalagi Bapak Bupati berharap di tahun 2018-2019, tidak ada lagi warga yang masih menggunakan WC cemplung,” kata Sumari Sasmito.

BACA :  Pilkada Tunggu Instruksi KPU RI

Kepala Desa Margajasa, Bagiyo mengatakan, Pemerintah Desa te;ah memberikan bantuan satu paket jamban sehat dalam bentuk material. Sebanyak 50 paket kepada 50 KK berupa 1 buah clossed, 1 sak semen, dan 1 batang paralon.

“Kegiatan ini merupakan bantuan dari dana desa (DD) bagi pemberdayaan masyarakat. Artinya, semua dikerjakan oleh masyarakat secara bergotong-royong. Jika ini bisa berjalan dengan baik, kami yakin program swasembada WC di desa kami dapat terealisasi,” ujarnya. (gus)