Satu Juleha Reaktif, Lainnya Mangkir Rapid Tes

35
Ist.Radarlamsel – Pelaksanaan rapid test atau tes cepat Covid-19 Juru Sembelih Halal (Juleha) yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Rabu (29/7). Dikarenakan rasa takut, sebagian Juleha tidak menghadiri rapid test Covid-19 itu.

SRAGI – Pelaksanaan rapid test atau tes cepat Covid-19 juru sembelih halal (Juleha) Hari Raya Kurban di Kecamatan Sragi dan Palas sudah mulai berjalan sejak dua hari belakangan. Namun sayang, dari 51 juleha hanya 39 juru sembelih yang mengikuti tes tersebut.

Usut punya usut, rapid test itu masih mengundang kecemasan dan kekhawatiran dari para juru sembeli hewan kurban itu. Terbukti pada pelaksanaan rapid test yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi sejak dua hari kemarin tak kunjung selesai.

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi Sucipto mengungkapkan, pelakasanaan rapid test yang berlangsung selama dua hari,  28 Juli – 29 Juli  hanya dihadiri oleh 39 juru sembelih.

Rapid test kita lakasanakan dari hari Selasa sampai Rabu. Data juuru sembelih sebanyak 51 orang, namun sampai hari terakhir yang hadir mengikuti tes ini hanya 39 orang. 12 orang sisanya tidak hadir,” ujar  Sucipto memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Rabu (29/7).

Sucipto mengaku, pihaknya tidak mengetahui alasan 12 orang juru sembelih itu tidak mengikuti rapid tes Covid-19 itu. Sebab, Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi hanya menerima data dari pemerintah desa masing-masing.

“Enggak tahu kenapa tidak hadir, entah memang orang tidak ada. Sebab kami hanya menerima data dari desa dan melaksanakan tes,” terangnya.

Ketidakhadiran para juru sembelih hewan kurban itu juga terjadi di wilayah Kecamatan Palas yang dimulai pada Rabu kemarin. Rapid tes yang dilaksanakan di Kantor Unit Pelakasana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi itu hanya dihadiri 57 juru sembelih.

Kasi Tata Usaha UPT Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi Wartono mengatakan, pelaksanaan rapid tes itu terpaksa diperpanjang sampai Kamis (30/1) lantaran masih terdapat 28 juru sembelih yang tidak hadir.

BACA :  Alih Fungsi Berimbas Gas Melon Langka

“Banyak juga yang enggak hadir dari 85 juru sembeli yang hadir hanya 57. Harusnya diselesaikan hari ini, tapi diperpanjang sampai besok karena masih banyak yang tidak hadir,” tuturnya.

Wartono menjelaskan, ketidak hadiran sebagian juru sembelih ini lantaran pelaksanaan rapid tes ini diwarnai keresahan. Para jagal atau ustad yang ditunjuk sebagai juru sembelih hewan kurban merasa takut untuk mengikuti rapid test Covid-19.

“Pada pendaataan saja, banyak ustad atau jurus sembelih yang menolak, mereka takut di rapid. Tapi ada juga ustad yang sadar. Kita juga enggak bisa maksa mereka,” kata Wartono.

Wartono juga tidak mengetahui apakah para juru sembelih yang tidak mengikuti rapid test Covid-19 ini tetap bisa melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada saat hari raya Jumat 31 Juli mendatang.

“Kalau boleh atau tidaknya, saya enggak tahu. Yang berwenang menjawab itu kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan,” pungkasnya 

Peristiwa yang sama juga terjadi pada petugas Juleha di wilayah Kecamatan Candipuro dan Way Sulan. Sampai dengan pukul 11.30 WIB, Rabu (29/7) kemarin, baru sekitar 60 persen dari mereka yang datang untuk mengikuti tes cepat bebas covid-19 tersebut.

Setidaknya, terdapat sebanyak 74 orang para Juru Penyembelihan Halal (Juleha) hewan kuraban, dari dua Kecamatan yakni, Candipuro dan Waysulan, yang dijadwalkan menjalani rapid test covid-19 oleh petugas medis di Puskasmas Candipuro.

Hasil rapid test oleh petugas medis kepada para Juleha, secara keseluruhan Juleha dinyatakan non rekatkif dan layak menerima surat rekomendasi kesehatan bebas virus corona serta diperkanankan melakukan penyembelihan hewan pada saat pelaksanaan hari raya idul adha 1441 h mendatang.

Kepala UPT Puskeswan Candipuro, Babai Sobari mengatakan, pihaknya pada hari itu, mendampingi para Juleha dari Kecamatan Candipuro dan Waysulan melakukan, skrining awal pemeriksaan rapid test Covid-19 oleh tenaga medis di Puskesmas Candipuro.

BACA :  BUMDes Sumber Sari Gelar Aksi Sosial

“ Pelaksanaan rapid test kepada para Juleha ini, merupakan salah satu syarat dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, untuk mencegah potensi penularan Covid-19, ditengah masyarakat,” kata Babai Sobari kepada Radar Lamsel, saat memantau jalanya rapid test kepada seluruh Juleha di Puskesmas Candipuro, kemarin.

Tercatat kata dia, sekitar 74 orang Juleha dari Kecamatan candipuro dan Waysulan telah terdata dan mengikuti rapid test bebas bebas covid-19 dihari tersebut.

“ Sementara, hari ini mulai pukul 07.30 pagi-11.30 siang, untuk Kecamatan Candipuro baru 27 Juleha yang telah mengikuti rapid test dari 46 juleha yang telah terdaftar. Kemudian untuk Kecamatan Waysulan baru 20 orang Juleha dari 28 orang yang telah terdaftar,” katanya.

Ia menargetkan sebelum sore pukul 15.00 WIB, para Juleha telah selesai mengikuti rapid test bebas covid-19 oleh petugas medis di Puskemas Candipuro. Sejauh ini sambungnya, bagi para Juleha yang telah dilakukan rapid test, hasilnya non reaktif.

“Bila ada salah seorang Juleha setelah menjalani rapid test dinyatakan reaktif, maka kami akan menerapkan protokol kesehatan. Bagi Juleha yang reaktif, kami dampingi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan berkala di Puskemas setempat, dan tidak di perkenankan melakukan penyembelihan hewan kurban,” terangnya.

Sementara, Kasubag Tu Puskesmas Candipuro Ahmad Solatan mendampingi Kepala UPT Puskesmas Candipuro Sunardi mengatakan, sejauh ini, berdasarkan hasil skrining awal oleh petugas medis di Puskesmas Candipuro, para Juleha yang berasal dari dua Kecamatan yakni, Candipuro dan Waysulan, dinyakatakan non reaktif dan layak untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

“ Berdasarkan hasil rapid test oleh petugas medis kepada para Juleha, secara umum hasil skrining awal menunjukan para juleha secara keseluruhan sehat dan telah kami berikan surat rekomendasi sehat dan terbebas dari virus covid-19,” pungkasnya. (vid/CW2)