SDN 2 Tajimalela Di-merger Tahun Ini

44
Gambar Ilustrasi

KALIANDA – Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan telah mengambil keputusan untuk mensiasati minimnya murid di SDN 2 Tajimalela. Instansi yang menangani dunia pendidikan akan merger SDN 2 Tajimalela dengan sekolah terdekat. Namun belum disebutkan apakah SDN 1 Tajimalela atau SDN 1 Canggu yang akan disatukan dengan SDN 2 Tajimalela.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Thomas Amirico, S. STP mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa mengenai rencana merger SDN 2 Tajimalela. Namun Thomas belum mau menjelaskan secara rinci sudah sampai mana prosesnya.

“Lagi berproses. Mudah-mudahan lancar. Ini lagi dibahas, sabar ya,” katanya kepada Radar Lamsel, Kamis (23/1/2020).

Disinggung akan difungsikan untuk apa bangunan SDN 2 Tajimalela setelah merger, Thomas juga belum mau memberikan keterangan. Thomas mengatakan jika pihaknya masih memikirkan hal-hal mengenai kelanjutan merger ini.

BACA :  Kader Golkar Warnai Pilkada Lamsel

“Kita sudah dapat dukungan kades. Beliau sudah teken. Sekarang lagi berproses, mudah-mudahan enggak lama lagi selesai,” katanya.

Pergerakan Thomas dalam menangani kasus kepelikan di SDN 2 Tajimalela patut diacungi jempol. Sebab, dalam hitungan hari Thomas sudah mampu menemukan formula yang tepat untuk mengatasi masalah yang telah mengakar bertahun-tahun di SDN 2 Tajimalela.

Pada tahun ajaran 2019/2020 ini, para guru SDN Tajimalela hanya bisa gigit jari. Satu siswa pun tidak ada yang mendaftar disekolah itu. Belum diketahui faktor apa yang membuat sekolah ini sepi peminat, namun faktor zonasi disinyalir kuat menjadi pemicunya.

BACA :  Subdit Tipikor Polda Lampung Sambangi DPUPR

Kepala SDN 2 Tajimalela, Bunyati, S. Pd mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin agar tahun ajaran baru bisa mendapat siswa. Namun upaya yang telah dilakukan sia-sia. Bunyati juga mengakui jika SDN 2 Tajimalela memang kalah pamor jika dibandingkan dengan SDN 1 Tajimalela, dan SDN 1 Canggu.

“Saya sudah maksimal, sudah berusaha. Tahun-tahun kemarin, saya coba beri bantuan kepada siswa baru. Misalnya menggratiskan seragam olahraga, bantuan buku tulis, tapi ya masih sulit. Karena sekolah lain juga menerapkan seperti itu,” katanya. (rnd)

BAGIKAN