Sekkab Ingatkan Kasatker Jangan Terlena

705
Diskominfo Lamsel – Sekkab Lampung Selatan Ir. Fredy SM, MM didampingi para Asisten saat memberikan arahan kepada seluruh Kepala SKPD Pemkab Lampung Selatan menggelar rapat di Aula Rajabasa Pemkab setempat, Jum’at (19/8).

KALIANDA – Pemkab Lampung Selatan terus merajut asa untuk meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK-RI. Belakangan persoalan aset daerah menjadi hal yang selalu mengganjalnya.
Persoalan aset ini pun langsung mendapat perhatian Sekkab Lamsel Ir. Freddy. Pasca dilantik pada Kamis (18/8), mantan Sekkab Pesisir Barat ini mengumpulkan semua para kepala satuan kerja (satker) untuk membahasnya bersama-sama.
Dalam pembahasan itu dia meminta para kasatker untuk tidak terlena dengan persoalan aset daerah yang belum terselesaikan. Sebab menurutnya, tidak lama lagi BPK akan melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan penilaian terhadap barang-barang aset milik daerah yang ada di wilayah Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.
“Sekitar tiga bulan lagi BPK sudah masuk ke wilayah Lampung untuk melakukan pemeriksaan. Jika kita (Lamsel’red) masih saja terlena dan santai dalam mengurusi soal penyelesaian aset, bagaimana bisa meraih WTP,” ujar Freddy saat memberikan arahan di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lamsel, Jumat (19/8) lalu.
Freddy pun meminta, agar para kepala SKPD jangan selalu mengandalkan tenaga honorer untuk melakukan pendataan barang aset di masing-masing satuan kerja (Satker) nya. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar, Kalianda.
“Sayapun siap untuk melakukan sensus aset daerah dilingkungan Pemkab Lamsel, asalkan masing-masing SKPD menyiapkan data-datanya. Nanti kita kroscek bersama untuk memastikan kesamaan anatara data dengan fisik aset yang ada,” ungkapnya.
Sementara itu Asisten Bidang Administrasi Umum (Adum) Setdakab Lamsel Yusri, SE, MM mengatakan, persoalan aset daerah merupakan gerakan serentak. Oleh karena itu, diharapakan kepada seluruh SKPD dilingkup Pemkab Lamsel untuk secara bersama-sama menyelesaikan laporan aset daerah Lamsel yang hingga kini masih terbengkalai.
“Jika semua mau dan berkomitmen untuk menyelesaikanya, saya yakin persoalan aset daerah ini bisa cepat terselesaikan. Oleh karena itu, janganlah main-main dalam membuat laporan aset daerah ini. Artinya, jika barang aset yang dimiliki sudah mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan lagi, agar segera mengajukan penghapusan. Supaya aset tersebut tidak selalu menjadi temuan pihak BPK,” pungkasnya. (iwn)

BACA :  Catat!Jalan Sidomulyo Dijanji Beres 12 Hari