Sekkab Sentil Kepala Dinas

484

Jangan Siap Dimulut Saja

KALIANDA – Beberapa bulan yang lalu, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meninjau lokasi kawasan wisata kuliner Kalianda bersama sejumlah dinas/instansi terakit. Tujuannya untuk mengkroscek lokasi sebagai langkah awal untuk pengembangan lanjutan kawasan wisata kuliner tersebut.

Rencananya, pemkab Lampung Selatan akan menata ulang kembali tempat wisata tersebut dengan sistem dan pola-pola terbaru melalui gerakan sejumlah dinas/intansi terkait yang ada di pemkab Lampung Selatan. Diproyeksikan sebanyak 12 kios pedagang akan dibangun dilokasi tersebut melalui pihak sponsor yakni Bank Lampung Kalianda yang telah digandeng oleh Pemkab Lamsel untuk pengembangan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lampung Selatan.

Mungkinkah upaya pengembangan lanjutan kawasan wisata kuliner dermaga bom Kalianda yang digagas oleh Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto saat ini bisa merubah keadaan kawasan wisata tersebut menjadi kawasan wisata terbesar yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Lampung Selatan, khususnya warga Kota Kalianda.

Sementara hingga kini sejumlah dinas intansi terakit belum juga melakukan gerakan untuk menata kawasan wisata kuliner di PPI Dermaga Bom Kalianda seperti yang diintruksikan oleh Plt. Bupati Nanang Ermanto.

BACA :  Pastikan Belum Proses Kegiatan DAK

Buktinya, kondisi kawasan wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda sampai saat ini masih terkesan terbiarkan tak terawat dan tak tertata secara maksimal. Padahal, kawasan wisata kuliner dermaga bom Kalianda itu selalu digadang-gadangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menjadi salah satu tujuan tempat wisata yang apik, bersih dan nyaman.

“Itu tugasnya Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan, serta instansi-intansi terkait. Saya juga belum mendapat laporan apakah mereka (dinas/instansi, red) sudah ataukah belum melaksanakan penataan sesuai dengan yang di perintahkan oleh pak Nanang (Plt. Bupati Lamsel, red),” ujar Sekkab Lamsel Fredy Sukirman kepada Radar Lamsel, diruangkerjanya, Selasa (30/10).

Fredy menuturkan, semestinya dinas/instansi yang memiliki tugas untuk pengembangan wisata maupun sektor lainnya cepat tanggap dan merespon apa yang diperintahkan oleh pimpinan. Sehingga, apa yang diharapkan bisa cepat terwujud secara nyata. “Harusnya mereka langsung tanggap dan merespon apa yang diperintahkan, jangan hanya siap-siap dimulut saja, setelah itu diabaikan tanpa ada gerakan lanjutan,” tuturnya.

BACA :  7.140 Orang Kuota Haji Lampung

Diungkapkannya, dengan kondisi kawasan wisata kuliner di dermaga bom yang saat ini terlihat kumuh tidak tertata dengan baik, diharapkan semua dinas/instansi terkait melakukan penataan secara keroyokan, supaya kawasan wisata kuliner dermaga bom bisa kembali tampil memukau seperti yang diharapkan.

“Semuanya harus ditata, mulai dari lapak-lapak pedangannya, jenis makanan yang dijual, penataan tempat parkir, sistem keamanannya, dan juga pentaan sarana dan prasarana yang tersedia di kawasan wisata kuliner tersebut,” ungkapnya.

Dikatakannya, penataan kawasan wisata kuliner tersebut tentunya tidak hanya dilakukan dalam rencana jangka pendek saja. Akan tetapi akan lebih dimaksimalkan agar benar-benar menjadi lokasi wisata unggulan Kota Kalianda. “Penataan ini tentunya harus dilakukan melalui rencana jangka panjang. Agar hasilnya benar-benar  maksimal,” katanya. (iwn)