Sektor Lahan Sawah dan Kering Dibenahi

100
Ist - Inilah penampungan air yang dibuat petani di sekitar lahan kering untuk menghadapi musim kemarau nanti.

PENENGAHAN – Petani di Kecamatan Penengahan mulai mempersiapkan diri menyambut musim kemarau basah. Meski musim itu diprediksi jatuh pada Agustus nanti, petani mulai membenahi sektor-sektor untuk menghadapinya sejak dini. Di antaranya sektor lahan sawah, dan lahan kering. Dua sektor itu merupakan jenis lahan komoditi padi, dan jagung.

Sedangkan lahan kering adalah komoditi hortikultura seperti sayur-sayuran, buah, dan tanaman perkebunan seperti kakau, dan cengkeh. Bentuk antisipasinya, petani sudah membuat embung atau kolam penampung air di sekitar lahan kering hortikultura. Embung ini akan dijadikan sebagai sarana penyimpanan stok air untuk menghadapi musim kemarau nanti.

“Lahan sawah dan kering segera ditanam. Nah, kalau lahan kering harus dipersiapkan dari jauh hari. Jadi nanti stok air di dalam tanah juga akan mencukupi,” kata salah satu petani Desa Ruang Tengah, Irwantoni, kepada Radar Lamsel, Selasa (9/6/2020).

BACA :  Pemdes Banjarmasin Sukses Bangun Infrastruktur Tahun 2020

Sahrul Efendi, petani lainnya, juga ikut mempersiapkan kolam penampung air itu di sekitar lahannya. Dia mengamini jika penampung air dipersiapkan dari sekarang, maka petani akan mampu menghadapi musim kemarau. Di mana, saat musim itu berlangsung petani akan mengalami kesulitan air sehingga menyebabkan tanaman rentan mati.

“Apabila kemarau panjang, setidaknya stok di penampungan yang menjadi cadangan air di dalam tanah akan sedikit memperhambat kekeringan,” katanya.

POPT Kecamatan Penengahan, Syafruddin, menilai petani sudah melakukan langkah yang bagus dengan membuat penampungan air untuk menghadapi musim kemarau nanti. Dia melanjutkan, persiapan stok air memang sangat dibutuhkan. Karena di musim itu, tanah memerlukan cadangan air untuk memperlambat laju kekeringan.

BACA :  Pemdes Banjarmasin Sukses Bangun Infrastruktur Tahun 2020

Lebih lanjut Syafruddin mengatakan memang saat ini musim hujan tengah berproses, yang harus diantisipasi oleh petani adalah curah hujannya. Sementara di Kecamatan Penengahan, lanjut Syafruddin, sedang mengalami penurunan curah hujan pada dasarian I, II, dan III. Tepatnya dari tanggal 1 sampai 30 Juni ini.

“Kalau prediksi banjir mudah-mudahan tidak ada. Untuk semua jenis bisa dikatakan kondisi tanaman cukup aman karena curah hujan saat ini sudah mulai berkurang. Dasarian ke 1 bulan Juni ini saja hanya 19mm,” katanya. (rnd)