Semangat Gotong-royong Membangun Sukabanjar

313
Kades Sukabanjar Asikin, mendampingi petugas DPMD Kabupaten Lampung Selatan, Memonitoring realisasi pembangunan Rigit beton tahap II di Dusun Sandaran I.

SIDOMULYO – Desa Sukabanjar Kecamatan Sidomulyo terus berbenah memanfaatkan Dana Desa (DD). Pelbagai infrastruktur utama mulai dibangun dengan melibatkan masyarakat.

Kepala Desa Sukabanjar Asikin menuturkan khusus DD tahap III tahun 2019 pihaknya memusatkan pembangunan infrastruktur di Dusun Katibung dan Dusun sandaran I yang tersebar di tiga titik.

“ Pembangunan menggunakan DD tahap III ini, kami fokus di Dusun Katibung dan Dusun Sandaran I,” kata Asikin kepada Radar Lamsel, Senin (6/1).

Adapun infrastruktur yang digarap dengan metode padat karya itu, meliputi pembangunan rigid beton sepanjang 150 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 centimeter di Dusun Katibung. Lalu dua titik rigit beton di Dusun Sandaran I sepanjang 262 m meter dengan  lebar 2,5 dan ketebalan 15 centimeter dan dan 70 meter dengan lebar 2 meter serta ketebalan 15 centimeter.

Kemudian di tahap II di tahun yang sama, selain rigit beton, pembangunan juga menyasar fasilitas olah raga. Dimana, desa dengan penduduk terpadat di Kecamatan Sidmulyo itu juga berhasil membangun fasilitas Jogging Track sepanjang 286 meter dengan ketebalan mencapai 6 centimeter.

“ Selain insfrastruktur jalan desa, di tahap II tahun 2019 kami juga  membangun fasilitas jogging track di lokasi lapangan desa di Dusun Sandaran sepanjang 286 ketebalan mencapai 6 centimeter,” sebut Asikin.

BACA :  Rapid Tes Usai Kontak dengan Pasien Covid-19

Orang nomor satu di Sukabanjar itu mengungkapkan manfaat dana desa pelan-pelan mulai terlihat oleh masyarakat. Terlebih ditahun yang sama pada tahap II Desa Sukabanjar pun telah membangun satu unit gedung PAUD di Dusun Sandaran I dengan volume 6×8 meter.

“ Dengan adanya dana desa, diharapkan mampu menciptakan desa yang berkembang dari segi infrastruktur dan Sumberdaya manusia nya,” ujar Asikin.

Diharapkan, dengan pembangunan tersebut dapat meningkatkan kualitas perekonomian desa. Sebab, infrastruktur sangat erat kaitannya dengan roda perekonomian masyarakat desa.

“ Dengan begitu masyarakat bisa merasakan manfaatnya dan kami berharap pembangunan yang sudah direalisasikan dapat dijaga dan dirawat bersama,” sebut dia.

Kini, penyerapan anggaran DD tahun 2019 seluruhnya rampung dikerjakan mulai dari tahap I, II dan III. Memasuki agenda di tahun 2020, pihaknya telah mewacanakan pembangunan selanjutnya.

“ Kami tak mau berlama-lama, lebih cepat lebih baik karena DD tahun ini masih terus berlanjut dan belum selesai. Itu artinya tugas masih belum usai,” kata Kades Sukabanjar itu.

Ia mengatakan, dengan metode padat karya, realisasi pembangunna di desa amat terasa kebersamaannya dengan masyarakat setempat. Sebab sistem padat karya lebih banyak melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar.

BACA :  KPM BLT APBD Terima Pencairan Tahap II

“ Padat karya memang sesuai ekspektasi masyarakat, sisi positifnya ialah, padat karya melibatkan tenaga kerja dan itu sesuai arahan Pemerintah,” sebut dia.

Dalam penerapannya, Tim Pelaksana Kegiatan desa juga turut menggandeng lapisan masyarakat mulai dari Unsur Pimpinan Kecamatan hingga masyarakat setempat.

Pantauan Radar Lamsel, pembangunan yang dimulai dibeberapa dusun itu turut diawasi oleh Uspika Sidomulyo serta lapisan masyarakat dengan satu pandangan yakni, menjadikan Desa Sukabanjar sebagai desa yang berkembang dari waktu ke waktu.

Sebagai informasi, realisasi DD tahap I Desa Sukabanjar telah merampungkan pembangunan rigit beton di lima titik di Dusun sandaran II dengan volume pembangunan panjang 75, 60, 85 dan 100 meter dengan lebar 2 meter dan ketebalan 15 Centimeter.

Kemudian, realisasi pembangunan di tahap II rigit beton sepanjang 713 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 centimter, Joging track sepanjang 286 meter dengan ketebalan faving block 6 centimter, lalu satu unit gedung PAUD di Dusun Sandaran I dengan diameter bangunan 6×8 meter.(adv)