Seminggu Sekali Pemkab Kunker Gotong Royong

61
Randi Pratama – Plt. Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, bersama jajarannya ikut bergotong royong membuka jalan di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Jumat (1/11/2019).

BAKAUHENI – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan punya program anyar. Yaitu kunjungan kerja gotong royong di desa-desa. Demikian yang disampaikan Plt. Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, saat ikut bergotong royong di lokasi pembukaan jalan Desa Hatta-Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Jumat (1/11/2019).

Dua desa itu menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. Di sini, Nanang beserta jajarannya membantu masyarakat dalam melakukan percepatan pembangunan jembatan. Dalam suasana gotong royong yang berlangsung secara kekeluargaan itu, Nanang mengatakan bahwa gotong royong dan kebersamaan merupakan budaya bangsa, warisan leluhur.

“Apa yang diinginkan pasti akan terwujud. Dengan begitu, gotong royong juga bisa menghasilkan fasilitas yang baik, dan kelancaran,” katanya.

Nanang meminta jadwal gotong royong diagendakan, minimal seminggu sekali. Nanang akan meminta jajaran Dinas PUPR, yakni Unit Pelaksana Teknis Pengujian Konstruksi Bangunan (UPT PKB) yang akan membawa alat berat untuk membantu gotong royong. Dinas Perumahan dan Pemukiman akan terjun ke lapangan untuk melakukan penataan ruang.

“Ini program pemerintah daerah. Program kami mengunjungi kerja gotong royong bersama rakyat, masyarakat Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Desa Hatta dan Desa Kelawi, lanjut Nanang, harus menjadi desa wisata. Potensi itu harus digali bersama-sama dan melibatkan banyak pihak, misalnya tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Bila rencana itu berhasil, maka perkembangan ekonomi masyarakat bakal meningkat. UMKM di desa bisa dipasarkan.

“Apa hasil-hasil masyarakat, UMKM-nya akan terlihat. Bisa dijual, misalnya ada keripik, ada apa,” katanya.

Politikus PDIP ini mengingatkan agar kebersamaan ini perlu terus dijaga supaya percepatan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa itu bisa terealisasi. Gotong royong, kata Nanang, merupakan contoh yang baik bagi anak-anak. Dengan begitu, anak-anak akan merasa ikut peduli kepada desa. Sebab, kemajuan desa tergantung dari pemerintah dan masyarakatnya.

“Siapa lagi kalau bukan kita, warga di sini. Enggak mungkin masyarakat Kalianda, atau Sidomulyo yang gotong royong di sini, kan enggak mungkin. Inilah kita semua, yang mempunyai kepedulian,” katanya.

Menarik untuk disimak eksistensi program kerja sederhana yang kaya manfaat tersebut. Sebab apabila setiap Jum’at kunker gotong royong digalakkan, itu bertepatan dengan ditetapkannya hari Jum’at sebagai hari Minum Kopi oleh Pemprov Lampung. Kemungkinan masyarakat di desa-desa untuk ngopi bersama pemimpin kabupaten ini terbuka lebar.(rnd)