Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

55
Randi Pratama – Puluhan masyarakat menyampaikan aspirasi kepada jajaran pemerintah Desa Banjarmasin, dan Pemerintah Kecamatan Penengahan dalam Musrenbangdes di kantor desa setempat, Kamis (6/8/2020).

PENENGAHAN – Sarana infrastruktur masih menjadi prioritas pembangunan bagi Pemerintah Desa Banjarmasin. Meski baru akan direalisasikan tahun 2021 mendatang, pemerintah desa setempat sudah mengambil ancang-ancang lebih dulu. Rencana pembangunan ini tertuang dalam musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes).

Kamis (6/8/2020), pemerintah desa bersama jajaran Forkopimcam Penengahan mengadakan kegiatan pembahasan bersama melalui forum musrenbangdes. Tak hanya dari perwakilan pemerintah saja. Puluhan warga yang hadir juga turut menyumbangkan aspirasi. Di antaranya pembangunan dan kegiatan masyarakat.

Misalnya kegiatan masyarakat meliputi pemberdayaan, dan pelatihan yang diberikan kepada aparatur maupun warga desa. Belum ditentukan pelatihan apa saja yang bakal dilaksanakan tahun depan. Tetapi, pemerintah desa sudah menemukan gambarannya. Dan akan dibahas lagi dalam penyusunan APBDes.

BACA :  200 Tong Sampah Disebar Pemerintah Desa Gayam

“Dalam musyawarah ini sifatnya hanya rancangan, belum pasti. Tapi setidaknya kita sudah punya pandangan,” kata Kepala Desa Banjarmasin, Umardani, kepada Radar Lamsel, Kamis (6/8/2020).

Umardani melanjutkan, selain pemberdayaan dan pelatihan, ada pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas setiap tahun. Di tahun 2021 mendatang, Pemerintah Desa Banjarmasin bakal membangun jalan rabat beton di seluruh dusun. Untuk ukuran dan panjangnya, pemerintah desa belum bisa membeberkan karena masih rencana.

BACA :  Inovasi Stater Agens Hayati Buatan Petani

“Talut dan rabat beton itu di dusun 1, 2, 3, dan 4. Semua dusun tersentuh pembangunan dua infrastruktur ini,” katanya.

Selanjutnya, ada tambahan infrastruktur lain di beberapa dusun. Umardani mengatakan akan ada drainase yang dibangun di dusun 1, 2, dan 4. Dusun 3 absen karena dinilai sudah cukup. Sedangkan tiga dusun lainnya masih belum memiliki kelengkapan di bidang infrastruktur.

“Tapi nanti bisa kita lihat lagi seperti apa kelanjutannya. Sementara rencana yang sudah ada kita buat dulu,” katanya. (rnd)