Senin Depan Nasib Dermaga BOM Dibahas

78
Ilustrasi Dermaga Bom Kalianda

KALIANDA – Tak terurusnya lokasi wisata kuliner dermaga Bom Kalianda jadi atensi Pemkab Lampung Selatan. Wisata kuliner kebanggaan Kalianda itu ibarat yatim-piatu yang tidak dapat perhatian penuh oleh OPD sejak rampung dibangun beberapa tahun silam.

          Sejumlah OPD yang bisa dikatakan menjadi bagian dari keberadaan wisata kuliner itu mengaku tidak memiliki kewenangan. Bahkan, anggaran perawatan untuk lokasi wisata yang pernah hits medio 2017-2018 ini juga tak jelas.

          Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Selatan Ir. Rini Ariasih. Dias yang dia pimpin mengaku tidak memiliki anggaran perawatan untuk keperluan wisata kuliner TPI Dermaga Bom Kalianda.

          “Anggaraan perawatannya tidak ada di dinas kita. Saya juga kurang tahu. Coba tanya dengan OPD lainnya,” singkat Rini melalui pesan whatshapp, Kamis (8/8) kemarin.

          Hal senada dikatakan Kepala Bagian Perlengkapan Setdakab Lamsel Delfarizi. Dia juga mengaku kurang paham anggaran untuk pemeliharaan aset pemerintah di TPI Dermaga Bom Kalianda.

          “Waduh saya juga kurang tahu dimana anggaran perawatannya. Karena tidak ada dalam anggaran di Bagian Perlengkapan,” singkat Delfarizi menjawab pertanyaan Radar Lamsel.

          Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Lamsel Agustinus Oloan Sitanggang mengatakan, untuk pembangunan wisata kuliner TPI Dermaga Bom memang dilakukan oleh dinas yang dia pimpin. Akan tetapi, setelah selesai di era tahun 2017 langsung diserahkan kepada OPD terkait.

BACA :  PPK dan PPS Dinonaktifkan, Honor Maret Tetap Cair

          “Memang sempat jadi perbincangan kami dikalangan OPD terkait mengenai pemeliharaannya. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Harus ada solusi kongkret agar bangunan aset pemerintah itu tidak dibiarkan. Karena, lama-kelamaan akan menjadi usang dan kumuh,” kata Oloan.

          Dia menegaskan, jika memang aset tersebut diserahkan oleh DPUPR maka pihaknya siap menganggarkan untuk pemeleharaannya. “Kami akan koordinasi dengan asisten dulu mengenai hal ini,” tukasnya.

          Sementara itu, Asisten Ekobang Setdakab Lamsel Hermansyah Hamidi mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya bakal mengundang OPD terkait untuk membahas persoalan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam menangani persoalan yang terjadi di wisata kuliner TPI Dermaga Bom Kalianda.

BACA :  Pemprov-Pemkab Bahas Covid via Video Conference

          “Senin akan kita gelar rapat mengenai hal ini. Seperti apa solusinya nanti akan kita bahas dulu. Rekan media juga akan kami undang supaya tahu dan kalau bisa ada masukan yang baik untuk pemerintah dalam pengelolaan TPI Dermaga Bom ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, lokasi wisata kuliner dermaga Bom Kalianda tak terurus. Kerusakan, pesing, dan vandalisme mewarnai lokasi wisata yang pernah hits medio 2017-2018 ini.

Akibat tiga hal itu, dermaga Bom Kalianda mulai ditinggalkan oleh pengunjungnya. Selin itu, banyak juga fasilitas umum yang rusak. Mulai dari panggung, toilet, dan fasilitas lainnya.

Kerusakan itu berbuntut pada sepinya pengunjung. Kemudian berimbas pada penghasilan pedagang yang berjualan. Omzet mereka turun 80 persen dari biasanya. Para pedagang meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bergegas membenahinya.

“Tiap malam minggu diadakan hiburan saja, tak perlu hiburan besar-besar. Misalnya pentas seni, yang penting ada acara. Itu aja udah, memicu orang ramai kok,” kata pedagang dermaga Bom Kalianda, Putri, kepada Radar Lamsel, Selasa (6/8) kemarin. (idh)