Sensus Penduduk Online Diperpanjang

54
ILUSTRASI

KALIANDA – Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang waktu pelaksanaan sensus penduduk online (SPO) 2020 yang telah berakhir. Tambahan waktu ini berlaku hingga tanggal 29 Mei mendatang. Kebijakan itu diambil sebagai langkah strategis ditengah pandemi virus corona (covid-19).

Kepala BPS Lampung Selatan, Tri Kuntjoro mengapresiasi 170 ribuan lebih masyarakat Lamsel yang telah berpartisipasi dalam SPO yang terjadwal sebelumnya sampai dengan 31 Maret 2020, lalu. Namun, dia menegaskan jika batas waktu pelaksanaan sensus berbasis online itu diperpanjang.

“Langkah ini sebagai upaya meminimalkan risiko kesehatan penduduk dan petugas sensus saat melakukan pendataan dari rumah ke rumah (Sensus Penduduk Wawancara). Karena memang situasinya sedang pandemi covid-19,” ungkap Tri via telepon, Kamis (2/3) kemarin.

BACA :  Rapid Test Kedua, Tiga Karyawan Dokter Negatif

Dia menerangkan, perpanjangan waktu SPO ini berdasarkan imbauan pemerintah dan WHO terkait pencegahan laju penyebaran COVlD-19 melalui physical distancing. Selain itu, juga merujuk pada SK Kepala BNPB nomor 13A Tahun 2020 tentang Kondisi darurat akibat COVlD-19 diperpanjang sampai dengan Jumat, 29 Mei 2020.

“Hal ini juga diambil karena menjadi pertimbangan kesehatan dan keselamatan penduduk serta petugas sensus saat mendata dari rumah ke rumah. Ditambah lagi dengan respons atas pelaksanaan Sensus Penduduk warga kita yang ada di berbagai negara,” terangnya.

BACA :  Direktur Bob Bazar Tegur Oknum Dokter

Lebih jauh dia mengatakan, untuk pelaksanaan kegiatan sensus penduduk (SP) wawancara atau dari rumah ke rumah bakal dilaksanakan pada Bulan September, mendatang.

Dalam kondisi sekarang ini, pihaknya mengajak penduduk Lamsel dapat berpartisipasi mensukseskan pelaksanaan Sensus Penduduk Online. Sebab, sebagian besar melakukan pekerjaan dari rumah sesuai arahan pemerintah.

 

“Para pekerja dan pelajar saat ini menerapkan metode WFH yang memanfaatkan jaringan online di rumah. Kami harapkan yang belum sempat melakukan sensus penduduk bisa segera memanfaatkan melalui  SP Online ini. Daripada jaringan internet terbuang sia-sia,” pungkasnya. (idh)