Seorang Ayah Renggut Kesucian Anak Tirinya

87

PALAS – DW (14), remaja asal Desa Suka Mulya, Kecamatan Palas menjadi korban kekerasan seksual. Perbuatan bejat itu diterima dari AS (50), ayah tiri korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, AS dilaporkan oleh warga setempat meluncurkan aksi bejatnya sebanyak empat kali kepada korban.

Kapolsek Palas Iptu M Sari Akip pelaku pelaku  ditangkat setelah pihaknya medapatkan laporan dari ibu kadung korban, AH (46) dengan didampingi oleh aparatur desa setempat.

“Ibu korban memberikan laporan sekitar pukul 7 pagi. Kemudian langsung melakukan tindakan penangkapan. Korban ditangkap di kediamannya, Dusun Kuningan,” ujar M Sari Akip kepada Radar Lamsel, Jumat (19/6) pekan kemarin.

Perlakuan bejat itu diterima sebanyak empat kali DW sejak 3 Juni lalu. Sementara DW tidak dapat menolak keinginan sang ayah, yang sudah merawatnya sejak usia 2 tahu.

BACA :  Seribu UKM Bakal Kecipratan Dana Stimulus

Sariakip menjelaskan, aksi pertama dilakukan di kamar pelaku pukul lima pagi ketika sang istri keluar rumah. Korban mengikuti kenginan pelaku karena dinacam dengan sebilah pisau.

“Dari penangkapan kami mengamankan sebilah pisau yang digunakan untuk mengancam korban. Serta pakaian dalam korban,” ucapnya.

Atas perbuatan tersebu korban akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak pada Pasal 81 Ayat 1 dan 3. “Pelaku diancam hukuman kurungan minimal 5 tahun hingga 15 tahun penjara” sambungnya.

BACA :  Sambut Bulan Maharam dengan Beragam Perlombaan

Sementara ibu korban menjelaskan, ia baru mengetahui DW mendapat kekerasan seksual dari sang suami setelah di beri tahu oleh ketua RT setempat.

“Kalau sama saya dia enggak mau kasih tau. Tapi mengadu dengan pak RT, kemudian kami langsung datang ke kadus untu meminta arahan dan melapor ke polsek. Anak saya masih trauma,”tuturnya AH.

Selama menikah, sambung AH, selama menikah ia juga kerap menjadi pelampiasan emosi suaminya. Bah sudah dua kali diacam menggunakan pisau dan golok.

“Kalau dipukul dan dijambak itu sudah sering, Mas. Bahkan mau dibunuh. Orangnya tempramen dan ringan tagan,” tutupnya. (vid)