Serapan APBD 2018 Masih Rendah

441

KALIANDA – Penyerapan realisasi anggaran di Kabupaten Lampung Selatan hingga pertengahan Juli 2018 masih rendah. Pasalnya, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 yang mencapai Rp2,1 Triliun baru terserap sebanyak 36,72 persen atau Rp798,1 miliar.

Hal itu diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lamsel dari kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamsel, pekan lalu.

Sekkab Lamsel Ir. Freddy Sukirman mengakui, jika realisasi penyerapan anggaran keuangan secara umum masih tergolong rendah. Sebab, masih banyak pembangunan yang belum dilaksanakan oleh sejumlah dinas terkait.

“Sekarang ini masih tahap pelaksanaan, tapi untuk penyerapanya ada yang baru tahapan awal dan belum semua. Ada beberapa yang sudah dari pekerjaan pembangunan infrastruktur beberapa ruas jalan yang sudah selesai. Tapi, kalau pembangunan lain seperti gedung atau rehab Masjid Agung masih dalam proses. Jadi, secara keseluruhan belum bisa terserap,” ungkap Freddy saat diwawancarai awak media, pekan lalu.

BACA :  Peran 5 Rekan GL Ditentukan Hasil BAP

Mantan Sekkab Pesisir Barat ini memperkirakan, serapan anggaran dari dana APBD murni 2018 akan mengalami progres yang cukup signifikan pada Bulan Agustus. Sebab, banyak pekerjaan melalui anggaran daerah yang sudah diselesaikan.

BACA :  DBD Terus Bertambah

“Memang biasanya polanya seperti ini. Karena, diawal-awal tahun masih dalam proses penyelesaian berkas. Setelah dipertengahan tahun pasti angka serapan anggaran langsung melonjak tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, rendahnya serapan anggaran pada periode Juli 2018 ini tidak menjadi persoalan yang perlu dikhawatirkan. Karena, pihaknya telah memperkirakan target serapan anggaran dibulan ini paling tinggi hanya mampu mencapai 40 persen.

“Kami memperkirakan di Agustus nanti serapan anggaran paling rendah sudah mencapai 60 persen. Karena, trend tahunannya memang seperti itu di dalam sistem pemerintahan. Tidak menjadi persoalan,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN