Sewakan GSG Demi PADes

114
Kemas Yogi - Kades Branti Raya Rizal saat berpose dibelakang GSG yang tengah digunakan untuk menggelar resepsi pernikahan warganya, Kamis (9/1).

NATAR – Pemerintah Desa Branti Raya menginisiasi penyewaan Gedung Serba Guna (Gsg) milik desa kepada setiap warga yang ingin memakai gedung tersebut untuk keperluan pernikahan dan sejenisnya.

Inisiatif itu dimunculkan agar keberadaan GSG di desa itu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Branti Raya Rizal mengatakan, Kamis (9/1) GSG milik desa kembali difungsikan sebagai tempat resepsi pernikahan. “Alhamdulillah hari ini mulai digunakan untuk resepsi pernikahan, kedepannya saya harap semua warga Branti untuk memusatkan acara pernikahannya di gedung ini,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Kamis (9/1).

BACA :  E-Warung di Natar Pilih 2 Suplier Program Sembako

Selain menambah PADes memang dengan menggunakan gedung justru biaya pernikahan akan lebih hemat, apalagi harga sewa gedung pihaknya tidaklah mahal. “Kami memang berupaya memberi pencerahan kepada warga, bahwa menggunakan gedung biayanya bisa lebih hemat dan fasilitas yang didapat juga lebih baik apalagi saat ini sedang musim hujan,” terangnya.

Selain resepsi pernikahan sambung Rizal, GSG tersebut juga akan ditarget menyumbang PADes dari kegiatan olahraga khususnya Bulutangkis. “Dalam waktu dekat juga akan kami maksimalkan, agar ada yang masuk kas desa, selama ini belum jelas,” kata dia.

BACA :  Banyak Lansia Tersingkir dari BPNT

Mantan Anggota DPRD Pesawaran itu menambahkan, khusus untuk pengelolaan GSG pihaknya akan mempercayakan kepada Tim Penggerak PKK desa tersebut. “Sementara ini kami serahkan kepada PKK, kalau nanti hasilnya banyak maka bisa meningkatkan kenyamanan di GSG juga,” ucapnya.

Terlepas dari hal itu, Rizal berharap pemanfaatan GSG milik desa oleh warga merupakan tujuan yang paling utama. “Tujuan yang paling penting agar warga bisa merasakan dan memanfaatkan fasilitas milik desa ini, meskipun harus membayar tetapi sangat-sangat terjangkau, ya mungkin bahasanya cuma untuk kebersihan,” pungkasnya. (Kms)