Signal Sulit, Blanko Kosong, Dukcapil Kedodoran

60
Rifky – Dinas Dukcapil Lamsel mengadakan pelayanan gratis di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kamis (3/10).

TANJUNG SARI– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Selatan kedodoran melayani pembuatan identitas gratis di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari.

Selain susahnya jaringan internet didesa itu, stok blanko KTP yang belum sampai dari Jakarta mengharuskan warga hanya menerima KTP sementara. Identitas sementara itu berlaku selama tiga bulan saja.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Disdukcapil Indramirsyah masyarakat Kertosari sangat antusias dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran.

“Seperti ini keadaan di Kertosari, sudah dua hari ini kami adakan pelayanan disini, besok kita kesini lagi, kalau besok belum selesai juga kita izin sama kepala desa untuk mengadakan pelayanan disini lagi,” pungkas Indra kepada Radar Lamsel, di balai desa Kertosari, Kamis (3/10).

BACA :  DBD Menjamah Tanjungsari

Namun sangat disayangkan, lagi-lagi jaringan internet di Kecamatan Tanjung Sari menjadi salahsatu penghambat dalam proses penginputan data dan pembuatan identitas. “Kami menginput data melalui internet, jadi susah menginput datanya kalau susah sinyal,” beber Indra.

Indra juga mengatakan bawa besok juga akan diadakan pelayanan kembali di desa Kertosari pada hari jumat besok. “Kita lihat besok kalau besok belum selesai mungkin minggu depan kita akan prioritaskan kesini lagi, karena membuat di kecamatan tidak ada sinyal,” ujar Indra.

Karena belum tersedianya blanko, jadi KTP yang dibuat itu masih bersifat sementara yang berlaku selama tiga bulan. “Blanko dari jakarta belum dikirimkan, jika sudah ada sebenarnya KTP sudah langsung jadi, kami juga ada alatnya,” kata Indra

BACA :  DBD Menjamah Tanjungsari

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kertosari Albert Halomoan S. menerangkan bahwa jumlah penduduk yang tercatat di desa itu mencapai kurang lebih 11.000 jiwa.

“Dari jumlah 11 dusun, jumlah penduduk di desa kami kurang lebih 11.000 jiwa, saya berharap dengan adanya perekaman ini warga saya seluruhnya bisa memiliki identitas yang layak,” tutur Albert.

Salahsatu warga desa Kertosari Suroto tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan pembuatan identitas gratis yang diadakan di balai desa itu. “Saya membuat KTP mas, kalau membuat di kecamatan cukup lama karena menunggu banyak orang,” kata Suroto. (CW1)

BAGIKAN