Simpang Simpur Dipasangi 10 Water Barrier

59
ILUSTRASI

KALIANDABlackspot di Simpang Simpur eks Tugu Tuping, depan Graha Pena Lamsel menjadi titik pertama yang akan dipasangi water barrier oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamsel. Menurut rencana, pemasangan material berisi air yang digunakan sebagai blokade jalan itu akan dipasang Kamis (26/11/2020).

Kasatlantas Polres Lamsel, AKP. Edwin W.D. Putra, S.IK mengatakan simpang Simpur menjadi pilihan pertama karena tersebut memiliki persentase kecelakaan yang tinggi. Khususnya bagi pengendara sepeda motor. Jalur keluar-masuk kendaraan tanpa rambu yang jelas menjadi penyebab paling tinggi.

“Simpur dulu, setelah itu baru kita fokus di blackspot lain,” katanya saat dihubungi Radar Lamsel, Rabu (25/11/2020).

Selain tingginya angka kecelakaan, jumlah water barrier yang sedikit menjadi alasan lain mengapa simpang Simpur dipilih. Alumnus Akpol 2012 ini mengatakan Satlantas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan hanya diberi 10 unit watre barrier oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

BACA :  KPK Lelang Barang Rampasan dari Zainudin Hasan

“Karena water barrier-nya Cuma itu. Dari Balai hanya dikasih 10. Paling nanti kita minta tambah dari Dishub Lamsel,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, dan Satlantas Polres Lamsel sudah memetakan jalur-jalur yang berstatus blackspot. Skema penanganan tengah dilakukan agar lokasi titik hitam rawan kecelakaan ini tak lagi menjadi momok menakutkan bagi pengendara.

Skema yang akan diterapkan oleh kedua instansi adalah memasang water barrier, garis kejut atau speed bump, rambu peringatan, serta lampu penerang jalan umum. Karena teknisnya, yang menyediakan bantuan sarana prasarana tersebut adalah Balai. Karena jalur yang menjadi blackspot berstatus sebagai jalan negara. Sementara Dishub, dan Satlantas hanya memprakarsai penanganan blackspot agar tak menimbulkan korban kecelakaan lagi.

BACA :  Perubahan Jam Pelayanan Samsat Berlaku Hari Ini

“Rencananya seperti itu, kita pasang besok (hari ini’red). Kita punya walaupun sedikit, tapi sangat tidak cukup,” kata Kadishub Lamsel, Ir. Mulyadi Saleh.

Kelima blackspot tersebut tersebar di kecamatan Natar, tepatnya di desa Candimas. Kemudian di desa Rangai, serta tanjakan Tarahan di kecamatan Katibung. Turunan di pasar Bakauheni juga tak luput dari perhatian. Pengecekan terakhir di simpang Simpur yang menjadi salah satu pintu masuk kota Kalianda. (rnd)