Sistem KBM Daring, Bentuk Paguyuban Wali Murid Dalam Kelas

119

SMP Negeri 1 Ketapang Mulai Ajaran Baru 2020/2021

KETAPANG – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ketapang mulai mengawali tahun pelajaran 2020/2021 bagi peserta didik baru (PDB) sejak Senin (13/7/2020).

Pihak sekolah mengundang para wali murid untuk diberikan pengarahan tentang kegiatan belajar mengajar (KBM) selama Pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan itu, pihak SMP Negeri 1 Ketapang tetap konsisten menerapkan Protokol Kesehatan, yakni cuci tangan, jaga jarak dan memakai masker.

Kepala SMP Negeri 1 Ketapang Wayan Sude, S.Pd mengatakan, program KBM tahun pelajaran 2020/2021 mulai berjalan meski ditengah kondisi Pandemi Covid-19 atau menjelang new normal.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 atau menjelang new normal ini, pihak sekolah akan memberlakukan sistem KBM daring dan luring . Ini sesuai surat edaran (SE) Bupati Lampung Selatan dan Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Selatan.

Wayan Sude menjelaskan, sistem KBM daring para dewan guru dan siswa belajar secara online melalui smartphone atau HP android. Sementara sistem KBM luring (offline ), pihak dewan guru akan mendatangi rumah-rumah para siswanya. Sistem KBM ini dikhususkan bagi para siswa yang tidak memiliki HP android.

BACA :  Nanang Beri Bantuan Warga Terdampak Covid-19

“Dinas Pendidikan dan pihak sekolah belum lama ini memberikan sosialisasi kepada dewan guru terkait SE Bupati. Bahwa sistem KBM di Lamsel masih jarak jauh (daring) atau belum tatap muka di sekolah. Pelaksanaan KBM tahun pelajaran 2020/2021 dengan sistem daring hingga 1 Agustus 2020 sesuai SE Bupati. Namun kami akan menunggu kebijakan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan,” terang Wayan Sude kepada radarlamsel.com.

“Sistem KBM ditengah Pandemi Covid-19 ini dilakukan dua cara yakni, secara online dan offline. Secara online para dewan guru dan siswa bejalar melalui media Smart Phone. Sementara offline, dewan guru akan datang ke rumah-rumah siswanya. Atau dengan cara lainnya, yakni pihak orang tua wali murid datang kesekolah untuk mengambil tugas-tugas sekolah untuk anaknya. Dalam satu hari siswabelajar dua mata pelajaran (Mapel). Dan setiap mapel pertemuan satu kali dalam minggu,”papar kepala SMP Negeri 1 Ketapang ini.

BACA :  Musrenbangdes Sumur, Sektor Pembangunan Infrastruktur Masih Mendominasi

Wayan Sude menambahkan, pada tahun pelajaran 2020/2021, SMP Negeri 1 Ketapang menerima siswa baru sebanyak 228 orang siswa yang dibagi dalam 7 ruang kelas.Dikatakan, pada hari pertama KBM, pihaknya mengudang para wali murid untuk saling mengenal dan membentuk paguyuban orang tua wali murid di kelas. Tujuannya, kata dia, untuk menjalin dan menjagakerukunan, persatuan dan kesehatan dalam kelas.

“Paguyuban wali murid dalam kelas ini program baru sekolah kami. Program paguyuban ini untuk menjaga silaturahmi antar wali murid. Contohnya, jika ada keributan antar anak atau siswa, maka orang tua wali murid yang akan menyelesaikannya. Fungsi lain dari paguyuban orang tua wali murid dalam kelas ini untuk menciptakan ruang kelas yang nyaman. Jadi orang tualah yang menyediakan kekurangan dalamkelas, seperti hordeng jendela, jam dinding dan lainy,” paparnya.(man)