Siswa SMPN 3 Sidomulyo Tuntut Kepsek Mundur

181
Shofyan Apriyansyah – Kepsek SMPN 3 Sidomulyo, Untoro menghampiri siswa yang berunjuk rasa dihalaman sekolah, untuk diajak mediasi, Kamis (10/10).

SIDOMULYO – Aksi protes dengan menggelar unjuk rasa dilakukan oleh ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sidomulyo di halaman sekolah, Kamis (10/10) kemarin.

Aksi unjuk rasa itu yang menuntut Kepala Sekolah SMPN 3 Sidomulyo S. Untoro mundur, lantaran dianggap gagal dalam memimpin sekolah. Pasalnya, sejumlah sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang selama ini dijanjikan tidak terealisasi.

Seperti terungkap dalam sejumlah tuntutan yang disampaikan para siswa melalui tulisan dalam aksi demo tersebut. Diantaranya, para siswa menuntut pihak sekolah membanguanan paving block dihalaman, sarana dan prasaran belajar seperti fasilitas olah raga, serta laboratorium yang dinilai belum memadai.

          Dalam orasi salah satu pendemo, Galih siswa kelas IX SMPN 3 Sidomulyo menegaskan, selama ini pihak sekolah hanya menjanjikan berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Namun, samapai saat ini belum ada satupun yang terealisasi.

“Kami sudah bosan dengan janji, kami perlu bukti bukan janji. Mana mic untuk kegiatan upacara, mana dana pembinaan yang kami dapat dari juara sebesar Rp200 ribu rupiah saat mengikuti kejuaran futsal?,” pekik Galih.

BACA :  Rumah Geribik Ambruk, BPBD Kirim Bantuan

Sementara itu, Kepsek SMPN 3 Sidomulyo S. Untoro mengatakan, sebelumnya aksi unjuk rasa yang sama juga pernah dilakukan oleh siswa, belum lama ini. Dimana, pihak sekolah sudah menjelaskan perihal belum bisa memenuhi tuntutan siswa karena keterbatasan anggaran.

“Saya tidak tahu siswa melakukan unjuk rasa lagi. Sebelumnya sudah saya jelaskan kepada mereka untuk pembangunan pafing block itu tidak ada. Melainkan akan kami buat halaman penghijauan dengan tanaman rumput taman,” kata Untoro.

Selain itu, terkait fasilitas lainnya yang menjadi tuntutan siswa akan segera diupayakan. Karena, saat ini pihak sekolah sedang berkonsentrasi untuk mengeluarkan intensif tenaga honorer.

“Kami minta siswa untuk bersabar. Perihal siswa menuntut saya untuk mundur jadi kepala sekolah, saya tidak bisa menjawabnya. Sebab itu bukan kewenagan saya,” imbuhnya.

BACA :  Kerap Banjir, UPT Pasar Sidomulyo Bersih-bersih  

Namun demikian, terkait tuntutan siswa yang menginginkan dirinya untuk mundur akan segera dikoordinasikan ke Dinas Pendidikan Lamsel. “Saya akan sampaikan dan berkoordinasi bersama Dinas,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Siringjaha Rusli yang juga ikut dalam mediasi tersebut berharap, pihak sekolah dapat segera menyelesaikan permasalahan ini agar tidak berlarut. Karena, jika berlarut hal ini bisa menganggu aktifitas belajar siswa dan kenyaman lingkungan sekolah.

“Kami pihak desa hanya penengah saja. Kami berharap pihak sekolah bisa secepatnya menyelesaikan persoalan ini. Jika berlarut akan berdampak buruk pada aktifitas belajar siswa dan pihak sekolah,” pungkasnya.

Dalam mediasi antara pihak sekolah dan siswa yang sempat tegang itu akhirnya berjalan kondusif. Mediasi disaksiakan langsung oleh Kapolsek Sidomulyo Iptu Eddy Iskandar, S.Pd, Babinsa, Kades Siringjaha Rusli, perwakilan wali murid dan staf dewan guru. (CW2)