Skenario Pencegahan Covid-19 di Dalam Kapal

104
ILUSTRASI

BAKAUHENI – KKP Kelas II Panjang tengah menyiapkan skema pencegahan covid-19 di dalam kapal. Sebelum dilaksanakan, KKP akan menunggu kesiapan PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni terlebih dahulu karena harus memilih kapal yang akan dilaksanakan sebagai lokasi simulasi.

Pelaksanaan simulasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Skenarionya dimulai dari kapal yang berlayar dari Pelabuhan Merak. Kemudian kapten atau nakhoda kapal menemukan salah 1 penumpang yang menunjukkan gejala terinfeksi covid-19.

Kapten dan ABK kemudian diminta mengisolasi penumpang tersebut di ruang khusus kapal. Setelah kapal sandar di dermaga, petugas kemudian memeriksa kesehatan terhadap penumpang yang kontak dengan penumpang sakit.

Sementara penumpang lain turun, kemudian langkah yang diambil yaitu melakukan evakuasi penumpang sakit di rujuk ke RS, dan terhadap kapal dilakukan tindakan desinfeksi. KKP telah mengukur waktu simulasi itu yang diperkirakan mencapai 1 jam lamanya. Inilah yang sedang dikoordinasikan KKP dengan ASDP karena simulasi itu membuat waktu operasi kapal bertambah.

“Kita tunggu saja, kapan mereka (ASDP) siap. Kalau sudah oke, hal ini akan kami sampaikan kepada teman-teman media,” kata Kepala KKP Kelas II Panjang, Marjunet, Kamis (26/3/2029).

Dikonfirmasi mengenai skenario yang dirancang KKP itu, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Capt. Solikin, melalui Humas PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syaifullail Maslul, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima pelaksanaannya skenarionya. Kelanjutannya akan dibahas dalam rapat yang dilaksanakan Jumat (27/3/2020) hari ini.

Mengenai pelaksanaannya, ASDP hanya menjadi tuan rumah. Sedangkan yang mempersiapkan sarana dan prasarana skenarionya tugas KKP. “Ya, besok meeting dulu karena melibatkan kapal, kita pilih kapal ASDP untuk simulasi. Pada intinya kami support, semoga berjalan lancar,” kata Syaiful.

Syaiful mengatakan pihaknya akan mensupport berbagai skema dan rencana demi mencegah penyebaran covid-19. Sebab, kata Syaiful, penyebaran virus asal Kota Wuhan itu bukan demi kepentingan masyarakat saja. Tetapi lebih menyoroti keselamatan dan kelangsungan umat manusia di seluruh dunia.

“Seluruh stakeholders harus tetap konsisten. Bukan hanya saat ini aja, tetapi ke depannya tetap melakukan pencegahan penyebaran covid-19,” katanya.

ASDP, kata Syaiful, terus berupaya melakukan penyediaan sarana terkait pencegahan covid-19 dengan pemasangan lorong-lorong disinfektan untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan. Saat ini ASDP sedang merancang layout lorong disinfektan untuk mendapatkan yang keluar dari pelabuhan. (rnd)