SMAN 1 Kalianda Gelar PTA Virtual dan Non Virtual

60
Ist. Radar Lamsel – Kepala SAMN 1 Kalianda, Darmiyati, M.Pd menyematkan tanda kenaikan tingkat PTA penggalang ke penegak.

KALIANDA – SMAN 1 Kalianda mengadakan upacara terbatas penerimaan tamu ambalan (PTA) pangkalan Raden Intan-Cut Nyak Dien. Agenda kenaikan penggalang ke penegak ini dihadiri 10 putra, dan 10 putri yang menjadi perwakilan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara puluhan siswa kelas 10 lainnya mengikuti upacara melalui daring dengan telepon pintar masing-masing. Selain tamu ambalan, penerimaan tersebut juga dihadiri petugas panitia dari kelas 11 yang menjalankan tugasnya dalam upacara.

Kepala SMAN 1 Kalianda, Darmiyati, M.Pd mengatakan agenda itu merupakan upacara terbatas terpaksa yang dilaksanakan di tengah wabah Covid-19. Darmiyati menyebut pihaknya berinisiatif menggelar agenda Pramuka secara produktif meski dihadiri beberapa perwakilan dari penegak.

“Kita sengaja mencetuskan ide ini. Hasilnya sangat baik karena memadukan virtual dan non virtual,” katanya kepada Radar Lamsel, Sabtu (8/8/2020).

BACA :  Beda Pandang di Tubuh Bawaslu

Mantan Kepala SMAN 2 Kalianda ini menilai semua kegiatan di sekolah tetap dan harus berjalan meski pandemi Covid-19 masih melanda. Darmiyati mengatakan pihaknya tidak boleh menyerah dengan keadaan. Karena itu, lanjut dia, berbagai inovasi wajib dilahirkan agar agenda maupun kegiatan di sekolah berjalan sesuai rencana.

“Sekarang ini masih pandemi. Tetapi prinsipnya kita yang harus bisa menyesuaikan dengan keadaan,” katanya.

Lebih lanjut, Darmiyati mengatakan pihaknya merasa lega karena telah sukses menggelar agenda Pramuka. Tak hanya sampai di sini, Darmiyati menilai masih ada agenda dan program di sekolah yang masih harus dijalani. Termasuk kegiatan belajar mengajar. Dia meminta anak muridnya bersiap menghadapi wacana yang digagas SMAN 1 Kalianda.

“Seperti yang saya katakan tadi. Meskipun pandemi, seluruh kegiatan sekolah termasuk pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada alasan untuk mematikan kreativitas,” katanya. (rnd)                                                                                                                                                                                                        

BACA :  Edy Kesal, Puluhan Ribu DP4 Tak Dikenal