SMAN1 Merbaumataram Gelar Sanlat Daring

82

radarlamsel.com, MERBAUMATARAM – Di tengah pandemi virus korona (Covid-19), 85 siswa kelas X dan kelas XI SMAN 1 Merbau Mataram menggelar pesantren kilat via daring (dalam jaringan). Melalui aplikasi video dan WhatsApp (WA) yang dilaksanakan Tanggal 14-19 Mei 2020.

‘Menjadi generasi yang religius, tangguh, peduli, dan berbagi dengan sesama. Serta literasi terhadap penggunaan IT secara bijak’ adalah tema yang diusung dalam sanlat daring tersebut.

Pembina Rohis SMAN1 Merbaumataram Prayitno mengatakan sanlat ini demi mendorong prestasi dan mengapresiasi bakat siswa , khususnya dibidang keagamaan, Kerohanian Islam (ROHIS) SMAN 1 Merbau Mataram mengajak seluruh siswa siswi untuk mengembangkan Bakat dalam even LOMBA DARING PESANTREN RAMADHAN 1441 H. “Di rumah aja, bisa berprestasi dan berkarya” ujar Prayitno saat mukaddimah kegiatan sanlat.

Praytino menuturkan jenis lomba dalam sanlat tersebut yakni Tartil/Tahfidz Qur’an QS.Albaqoroh :183 – 185, Lomba ceramah Tema Bulan Ramadhan, serta lomba azan. Untuk tehnis lomba prayitno seluruh siswa diharuskan mengirim vidio sesuai bidang lomba dengan durasi maksimal 7 menit. “pemenang akan diumumkan pada akhir kegiatan dan diisiapkan hadiah” jelas Prayitno.

Ditegaskan bahwa sekolah berharap agar pesantren kilat online ini berdampak positif bagi anak-anak. Sekaligus memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Agar peserta pesantren kilat menjadi hamba Allah yang taat, sehingga bisa meraih gelar taqwa.

“Pesantren kilat secara online sudah kami informasikan kepada masing-masing orang tua siswa agar menjadi perhatian. Siswa yang tidak memiliki HP Android solusinya dianjurkan untuk meminjam kepada saudara . Secara umum berjalan lancar karena siswa sudah terbiasa belajar secara online,” ujarnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN1 Merbau Mataram, Herwansyah, S.Pd. mengapresiasi sanlat daring yang diinisiasi SMA kebanggaan Merbau Mataram itu. Apresiasi itu ditunjukan Herwan via video yang dikirimkan ke peserta melalui group WA kelas , dilanjutkan dialog dan tanya jawab kepada para siswa yang mengikuti pesantren kilat dari rumah masing-masing.
Selama kegiatan sanlat , peserta wajib melaksanakan shalat Dhuha dan tadarus mulai dari pukul 07.30-08.00. Siswa wajib mengirim foto kegiatan melalui grup WA masing-masing kelas. Herwansyah, S.Pd, berharap siswa mengikuti pesantren kilat online itu dengan seksama.

“Memperoleh hasil seperti tema pesantren kilat tahun ini. Menjadi generasi yang religius, tangguh, peduli, dan berbagi dengan sesama. Serta literasi terhadap penggunaan IT secara bijak,” paparnya.

Herwan begitu sapaan jebolan tenaga didik SMAN2 Kalianda ini mengatakan bahwa pesantren kilat sengaja dilaksanakan online untuk menghindari kerumunan massa. Sebagai upaya mendukung pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Meskipun dilakukan secara online, kelas antara laki-laki dan perempuan akan terpisah, dusesuaikan dengan materi lomba,” pungkasnya. (red)