SMPN 27 Pesawaran Unggulkan Kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris dan Agama

59
Kepala SMPN 27 Pesawaran - Nursindam
GEDONGTATAAN – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 27 Pesawaran yang berlokasi diperbatasan Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung siap bersaing dengan sekolah lain dari Kabupaten Pesawaran maupun dari luar Kabupaten Pesawaran.
Kepala Sekolah SMP N 27 Pesawaran, Nursindam mengatakan akan mengunggulkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk bidang pendidikan bahasa inggris dan menjunjung tinggi sikap religius serta jiwa sosial pada siswa lulusan SMPN 27 Pesawaran agar dapat bersaing dengan lulusan sekolah lain dari Kota Bandar Lampung maupun dari Kabupaten Pesawaran.
“Kami akan upayakan secara bertahap, terutama untuk lulusan dari SMPN 27 Pesawaran ini bisa berbahasa inggris dan Hafal Al-Qur’an Juz 30 untuk syarat kelulusan supaya siswa lulusan dari sekolah ini dapat bersaing dengan lulusan sekolah lainya,” ujar Nursindam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/2).
Dikatakan, dengan pendidikan yang didapat dari sekolah, sikap religius dan sikap sosial diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang baik untuk siswa dan bisa memunculkan rasa tanggung-jawab terhadap agama dan lingkungan sekitar yang nantinya bisa diterapkan di kehidupan bermsayarakat.
“Seperti halnya mengenai kebersihan lingkungan, terutama pada sampah plastik supaya nanti siswa didikan kami harapannya biasa hidup bersih tanpa sampah plastik, tidak hanya di lingkungan sekolah saja namun bisa menjadi kebiasaan di rumah atau diterapkan ke masyarakat,” imbuhnya.
Nursindam menyebut bahwa SMPN 27 Pesawaran merupakan tulang punggung bagi sekolah di Kabupaten Pesawaran yang berada di perbatasan Kota Bandar Lampung, untuk itu calon siswa maupun siswa yang ada di Pesawaran tidak keluar untuk bersekolah di Kota Bandar Lampung.
“Kami disini bisa disebut tulangpunggung bagi sekolah lain, karena jarak yang sangat dekat dengan sekolah di Kota Bandar Lampung. Kami usahakan agar masyarakat Pesawaran bisa bersekolah disini tanpa harus keluar sekolah ke Bandar Lampung,” ujarnya..
Namun demikian, Nursindam mengeluh lantaran untuk menunjang keberhasilan dari program unggulannya tersebut terbentur dengan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh pihak sekolah yang kurang memadai. Seperti kurangnya ruang kelas, belum adanya ruangan khusus untuk laboratorium Bahasa Inggris dan sarana lainnya.
“Jangankan ruang khusus laboratorium Bahasa inggris, untuk ruang kelas saja kami masih kurang. Rencana jangka panjang kami akan memberikan kursus keagamaan dan bahasa inggris untuk dipraktekan ke siswa dan untuk menunjang semua itu di butukan sarana prasarana yang memadai. Untuk itu kami berharap kepada pemerintah mellaui Dinas Penddikan dan Kebudayaan dan pihak luar, seperti perusahaan BUMN atau perusahaan lainnya untuk dapat membantu membangun sekolah ini agar lebih baik lagi kedepannya. Karena hal ini sesuai dengan harapan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat meresmikan sekolah ini untuk menjadikan sekolah ini berbasis IT lengkap, dan semoga saja bisa terwujud,“ pungkasnya. (egy/esn)
BACA :  Pemkab Pesawaran Gelontorkan Rp 4 Milyar Tangani Corona