Soal Candipuro, PKB Temui Kapolres

36

 

KALIANDA – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Selatan Aliful Ma’rifah bersama legislator Lamsel Fraksi PKB menemui Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Zaki A. Nasution di Mapolres Lampung Selatan, Senin (24/5/2021).

Pertemuan petinggi PKB kabupaten ini dengan orang nomor satu di Polres Lampung Selatan tersebut tentu saja membahas soal situasi keamanan di Candipuro yang belum lama menjadi sorotan nasional usai aksi pembakaran Polsek Candipuro.

Ning Alif begitu Aliful Ma’rifah biasa disapa tak memungkiri bahwa aksi massa yang terprovokasi itu didasari oleh ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap penanganan kriminalitas di wilayah tersebut.

“ Satu sisi masyarakat merasa kecewa tapi di lain sisi ternyata kepolisian juga dirugikan lantaran aksi pengrusakan oleh sejumlah oknum, fasilitas negara yang dimiliki dirusak,” ujar Alif kepada Radar Lamsel.

Pentolan PKB Lamsel ini mengingatkan bahwa dalam kondisi ini pemerintah daerah juga harus hadir untuk menjembatani persoalan ini agar masalah tak berlarut-larut. Ini bertujuan agar komunikasi antara kepolisian dan masyarakat kembali mesra.

“Jadi tak ada lagi sangka-sangka, tidak setuju dengan polisi, merasa tidak percaya. Pemerintah harus hadir, saya pikir kita harus bareng-bareng dan semua elemen harus bersinergi untuk persoalan ini,” jelasnya.

Wanita yang sempat meramaikan bursa Bawabup Lamsel ini menegaskan bahwa sejatinya penangkapan tersangka pengrusakan memang harus dilakukan namun, polisi juga harus terus memerangi pelaku begal, rampok dan kriminil lainnya dengan waktu yang intens.

“ Dalam beberapa hari saja warga banyak yang menjadi tersangka. Kami tak ingin stigma kecepatan polisi menetapkan tersangka tidak berbanding dengan pemberantasan begalnya. Hari ini yang digembar-gemborkan masyarakat tidak kooperatif, ini harus segera diselesaikan, begal segera dimusnahkan di semua wilayah,” katanya lagi.

Mengenai kekurangan personel kepolisian, Ning Alif menegaskan bahwa problem itu bisa diatasi dengan koordinasi dengan semua lini. Sebab di tiap kecamatan terdapat banyak tokoh, apalagi di Candipuro merupakan basis Nahdlatul Ulama yang notabenne mayoritas dan tokoh-tokohnya banyak terlibat dilingkungan tersebut.
“ Masyarakat harus tahu personel kurang tapi ini bukan jadi alasan seharusnya. Kenapa kita tidak berdayakan elemen yang ada untuk bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah dalam menjaga kondusifitas,” jelasnya.

Terakhir, Ning Alif berpesan agar kader PKB tetap istiqamah dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat. Kader PKB juga diingatkan untuk jadi penenang ditengah masyarakat yang kini krisis kepercayaan ihwal keamanan.

“ Jangan sampai warga yang jadi tersangka merasa sendiri. PKB harus hadir ditengah-tengah itu, dan tujuan kami datang dan menghadap Kapolres ini untuk memberi perhatian terhadap warga yang jadi tersangka dan berdiskusi dengan Polres mengenai penyelesaian persoalan ini,” terangnya.

Sementara Bendahara DPC PKB Lamsel Romli S.Ag menegaskan kehadirannya ke Mapolres Lamsel merupakan bentuk keprihatinan sekaligus perhatiannya terhadap warga yang kini statusnya menjadi tersangka pengrusakan Polsek.

“ Kami datang ke Polres untuk menjengkuk para tersangka dan mengupayakan pendampingan hukum terhadap mereka. Disamping terus berkoordinasi dengan Polres dalam hal menjaga stabilitas keamanan di wilayah Candipuro maupun Lampung Selatan,” pungkasnya.

Peristiwa Candipuro itu juga turut memantik tanggapan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Lampung Baha’udin. Ia mendorong kepolisian agar segera melakukan tindakan.

“ Supaya masyarakat Candipuro khususnya Lampung Selatan dan Lampung pada umumnya merasa aman dan nyaman. Ini menjadi bahan pembelejaran bagi semua pihak, kedepan kita tak ingin peristiwa ini terjadi kembali, selain melukai hati masyarakat juga menodai citra kepolisian,” tandasnya. (red)