Soal Izin, PT URM Lempar ke WK

564

Sepakati Tiga Poin Tuntutan Warga

WAY SULAN – PT. Usaha Remaja Mandiri (URM) akhirnya mencapai kesepakatan dengan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Way Sulan, terkait dampak operasional batching plant.

Ada tiga poin kesepakatan yang dihasilkan diantaranya, perusahaan bersedia mingikuti aturan masyarakat terkait jam operasional, mempekerjakan masyarakat sekitar dan melakukan pnyiraman terhadap debu.

Camat Way Sulan Munir, SE yang menjadi penengah dalam musyawarah antara perwakilan masyarakat dengan manajemen PT. URM menjelaskan ketiga poin itu harus dipatuhi oleh perusahaan.

“ Keputusan itu sudah final. Karena selama ini masyarakat mengharapkan perusahaan komunikatif dan tak pasif terhadap dampak yang ditimbulkan dari operasional batching plant,” ujar Munir kepada Radar Lamsel, Minggu (22/4) kemarin.

BACA :  Tapping Box Bukan Pajangan! 

Mantan Sekcam yang kini menjadi Camat Way Sulan ini melanjutkan titik berat persoalan ini terdapat pada jam operasional pengolahan readymix. Menurutnya, apabila perusahaan hendak lembur hingga tengah malam untuk dapat berkomunikasi dengan ketua RT setempat sebagai pemberitahuan.

“ Sebetulnya ketika para pekerja mengkomunikasikan hal ini sejak awal maka tak akan ada miskomunikasi yang terjadi antar keduanya. Maka belejar dari yang sudah-sudah, kami simpulkan begitu hendak lembur, perusahaan wajib lapor kepada RT agar masyarakat tak kaget dengan suara bising,” katanya lagi.

Sementara Manajer PT. URM Bambang menyanggupi tiga butir kesepakatan itu. Ia mengaku perusahaan akan kooperatif mendengar keluhan warga. “ Pada prinsipnya setelah musyawarah bersama perwakilan warga kami tampung semua aspirasi. Untuk penyiraman debu kami pastikan disiram secara intensif,” ucapnya.

BACA :  Kenali BSU, Subsidi untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS

Disinggung soal kelengkapan izin? Bambang beralasan semua kelengkapan izin berada dipihak Waskita Karya (WK) sebagai pelaksana proyek JTTS. Meski DPMPPTSP Lamsel mengklaim perusahaannya belum mempunyai izin namun ia keukeh semua urusan perizinan sudah diselesaikan WK.

“ Untuk izin dan sebagainya kami sudah diserahkan ke WK. Disini kami hanya memproduksi readymix untuk JTTS, mengingat jika disuplay dari Panjang prosesnya memakan waktu,” tandasnya. (ver)