SPBU Dapat Teguran Lisan

59
Ist - Kepala Bidang Metereologi Disdagperin Lamsel, A. Zuhri Akrobi Hakim, mendatangi SPBU yang diduga melakukan penyimpangan dalam operasional penjualan BBM Bersubsidi, Selasa (22/9) kemarin.

Ada Kesan BBM Subsidi Disediakan bagi Pengecor

 

KALIANDA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Lampung Selatan, akhirnya mendatangi SPBU yang diduga melakukan pelanggaran. Namun, batas kewenangan menjadi soal dari jajaran pemerintahan ini tidak mampu bertindak tegas menyikapi laporan tersebut.

 

Dalam hal ini, OPD yang mengurus masalah perdagangan dan perindustrian ini hanya bisa memberikan himbauan kepada pengelola SPBU. Serta, menegur secara lisan soal dugaan praktik pengecoran BBM bersubsidi yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

 

“Kita sudah menegur dan menghimbau pengelola SPBU itu. Tadi kita datang untuk bertemu langsung dan berbincang dengan penanggung jawab SPBU itu. Selebihnya kami tidak punya kewenangan,” kata Kepala Disdagperin Lamsel Yusri, SE, MM, didampingi Kepala Bidang Metereologi Disdagperin A. Zuhri Akrobi Hakim, Selasa (22/9) kemarin.

BACA :  KPK Panggil Ulang Sekda

 

Dari keterangan Disdagperin, pengelola SPBU mengaku tidak mengetahui soal praktik dugaan pengecoran BBM bersubsidi. Namun, pihaknya tidak menampik jika masih ada stok BBM bersubsidi selalu terjadi antrean panjang pengendara.

 

“Terlepas dari pengakuan dari mereka kita minta untuk memindahkan pagar antrian khusus di pompa BBM bersubsidi. Karena ada kesan memang disengaja untuk disediakan bagi para pengecor. Kita juga sudah memberikan teguran lisan dan tidak menutup kemungkinan akan kita tegur secara tertulis jika masih ada laporan dari masyarakat,” ucapnya.

BACA :  Cabup Lamsel Saling Melucuti Program

 

Tak hanya itu, imbuhnya, pengelola mengaku akan menyetop sementara penjualan BBM bersubsidi selama tiga hari kedepan. Hal ini dilakukan untuk memastikan jika mereka tidak pernah memprioritaskan para pengecor BBM bersubsidi.

 

“Besok akan kita lihat dilapangan bagaimana perkembangan selanjutnya. Apakah benar hal itu akan mereka lakukan atau seperti apa. Karena, jika masih ada laporan dugaan pelanggaran kita bisa menyurati Pertamina untuk ditindaklanjuti,” tukasnya. (idh)