Sragi Mulai Didatangi Pemudik

17
ILUSTRASI

SRAGI – Meski pemerintah telah menetapkan peralarangan mudik lebaran pada 6 Mei – 17 Mei mendatang. Namun selama beberapa hari ini banyak dimanafaatkan para perantau untuk pulang kampung, sebelum aturan ditetapkan.

Tak terkecuali di Kecamatan Sragi, selama tiga hari belakangan yang dimanfaatkan para perantau untuk pulang ke kampung halaman. Hal ini tentu saja memberikan peluang terjadinya penularan Covid-19.

Plt. Camat Sragi Zahri juga tak menampik bahwa selama beberahari ini, sebelum aturan pelarangan mudik berlaku. Kecamatan Sragi banyak kedatangan para perantau dari pulau Jawa.

“Hari-hari sebelum pelarangan mudik ini ditetapkan, memang banyak dimanfaatkan para perantau untuk pulang kampung. Termasuk Kecamatan Sragi, selama tiga hari ini juga kedatangan para perantau dari pulau Jawa,” ujar Zahri kepada Radar Lamsel di Kantor Kecamatan Sragi, Senin (3/5) kemarin.

BACA :  Lima Desa di Sragi Siap Pilkades

Menanggapi hal tersebut, saat ini pemerintah desa juga sudah diinstrusikan untuk melakukan pendataan jumlah kedatangan masyatakat dari luar daerah.

“Imbaun ini sudah kita sampaikan langsung kepada kepala desa dalam rapat tadi pagi. Meskipun para pemudik ini sudah mengantongi surat keterangan hasil swab, namun untuk memastikannya pemerintah desa harus melakukan pendataan di posko satga Covid-19,” ungkapnya.

Zahri menuturkan, selain mengaaktifkan posko Covid-19 pemerintah desa juga sudah menyiapkan rumah isolasi apabila ditemukan pemudik yang tidak memiliki surat keterangan hasil swab.

BACA :  Petani Kesulitan Angkut Hasil Panen

“Setiap desa sekarang jugas sudah menyiapkan rumah isolasi, untuk para pemudik ini. Harapan kita dengan adanya upaya ini penularan Covid-19 di Kecamatan Sragi ini bisa kita hindari,” harapnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Kepala Desa Kedaung, Edi Kuswanto. Dimana saat ini banyak mayarakatnya yang merantau di Pulau Jawa yang pulang kampung, sebelum pelarangan mudik ditetapkan.

“Iya memang ada yang sudah pulang kampung.  Para pemudik ini juga akan kita data, untuk memastikan tidak ada yang sakit. Posko juga saat ini sudah kita aktifkan kembali,” pungkasnya. (vid)