Stasiun Seismik Pantau Kegempaan Tubuh GAK

347
Ist. – Beginilah bentuk stasiun seismik KRAK 1 yang dipasang di tubuh Gunung Anak Krakatau (GAK) oleh pihak PVMBG.

Diamater Kawah Alami Sedikit Pelebaran

RAJABASA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memasang satu unit stasiun seismik baru di tubuh Gunung Anak Krakatau (GAK). Stasiun yang diberi nama KRAK 1 itu digunakan untuk merekam kegiatan kegempaan yang ditimbulkan oleh GAK.

Pemasangan stasiun seismik ini akan semakin memudahkan Pos Pemantau GAK di Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa. Karena sebelumnya satu unit stasiun seismik telah dipasang di Pulau Sertung yang keberadaannya tak jauh dari tubuh GAK. Artinya, Pos Pemantau memiliki dua stasiun perekam kegiatan gunung berapi itu.

Kepala Pos Pemantau GAK, Andi Suwardi mengamini jika tambahan stasiun seismik di tubuh GAK akan semakin memudahkan pemantauan. Menurut dia, sebelum pemasangan di tubuh GAK, Pos Pemantau hanya mengandalkan stasiun yang dipasang di Pulau Sertung.

BACA :  BNPB Minta Huntap Segera Diselesaikan

“Sekarang kita bisa pakai alat baru yang langsung direkam dari tubuh GAK. Tentunya alat ini akan semakin memudahkan karena bisa langsung menangkap getaran rekaman kegiatan GAK. Jadi kita tahu berapa kali gempa,” kata Andi saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Kamis (21/2) kemarin.

Andi menjelaskan, proses perekaman dari stasiun seismik akan dikirim melalui gelombang radio yang langsung dikirim ke Pos Pemantau. Menurut Andi, kerja seismik ini sama persis dengan seismograf, hanya saja seismik menjelaskan kegempaan lebih spesifik.

“Terekam dan dikirim melalui radio dikirim ke posko pengamatan. Sekarang kami masih menunggu informasi perbaikan seismograf, kami belum tahu kapan waktunya karena itu rencana pusat,” katanya.

Mengenai kondisi terkini GAK, Andi mengatakan tubuh gunung berapi itu mengalami sedikit perubahan di bagian kawah. Andi mengatakan perubahan alam itu terjadi karena tumpukan material letusan. Meski begitu, Andi mengatakan hal itu tak membahayakan.

BACA :  BNPB Minta Huntap Segera Diselesaikan

“Sementara ini tidak membahayakan. Yang penting ikuti syarat radiusnya. Kalau pun ada (yang membahayakan’red), itu terjadi hanya di sekitar Krakatau saja,” katanya.

Berdasarkan laporan Volcano Activity Report (VAR) per 21 Februari 2019, tubuh GAK berada di ketinggian 110 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pantauan meteorologi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 26-29 celsius, kelembaban udara 68-74 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Secara visual, gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Status kegempaan nihil. (rnd)