Stok Daging Aman, Cabai Masih Mahal

92
Istimewa For Radar Lamsel – Kepala DPKH Lamsel drh. Arsyad Husein melakukan sidak daging ke sejumlah pasar tradisional, kemarin.

Stok Daging Aman, Cabai Masih Mahal

KALIANDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lampung Selatan memastikan stok daging aman hingga perayaan Idul Adha 1440 Hijriah. Hal ini diketahui setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Khagom Mufakat ini, Rabu (7/8) kemarin.

          Kepala DPKH Lamsel drh. Arsyad Husein yang merupakan Koordinator Tim I Sidak Pasar menegaskan, kegiatan itu dilakukan untuk memastikan stok sembako jelang perayaan hari besar. Dari emapat pasar yang disidak, semua kebutuhan pokok dijamin cukup sampai Idul Adha.

          “Memang ada sedikit kenaikan harga sembako, khususnya cabai mencapai Rp80 ribu. Tapi untuk kebutuhan pokok lainnya masih tetap diharga biasa. Ini dari laporan tim lain yang sidak di pasar wilayah Barat dan Timur,” ungkap Arsyad melalui sambungan teleponnya.

          Dia menjelaskan, khusus untuk komoditas daging baik sapi maupun kambing jelang hari raya kurban dipastikan cukup. Bahkan, harga jual dipasaran juga masih standart. “Masih di harga Rp120 ribu per kilogram untuk daging sapi. Belum ada lonjakan yang berarti,” terangnya.

BACA :  Galang Koin untuk Muktamar NU ke-34

          Berdasarkan pendataan dari DPKH Lamsel, kebutuhan konsumsi daging sapi dan kambing di Lamsel hanya sekitar 1.000 ekor lebih. Sementara, stok ternak sapi dan kambing yang ada saat ini jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor.

“Stok sapi di tingkat petani mencapai 3.596 ekor dan kambing sekitar 6.532 ekor. Jadi sangat-sangat aman dalam menghadapi hari raya kurban. Kalau harga sapi dan kambing per-ekor nya memang sedikit lebih tinggi karena mereka memanfaatkan momen hari raya setahun sekali,” terangnya.

          Lebih lanjut dia mengatakan, karena sudah memenuhi kebutuhan daerah, kelebihan stok ternak sapi dan kambing biasanya untuk memenuhi daerah lain seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek), Sumatera Selatan, hingga Aceh. “Semua tergantung permintaan dari para pedagang hewan ternak,” pungkasnya.

Terpisah, tim sidak harga dari Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan bersama UPT Pasar Natar mensurvei sejumlah harga.  

BACA :  Pemkab Lamsel Raih WTP Empat Kali Berturut -Turut

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamsel Noviar Akmal, harga sembako selain cabai relatif normal sebab persediaan cukup dan kebutuhan normal. “Harga cabai merah dari Rp 30 ribu jadi Rp 70 ribu perkilo, kemudian cabai rawit dari Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu,” tuturnya kepada Radar Lamsel. 

Disampaikannya, harga tersebut memang cukup signifikan naiknya namun sebagian besar warga sudah menyiasatinya dengan mengurangi konsumsi cabai. “Ya memang se indonesia harganya sedang tinggi,” tuturnya.          

Disisi lain Kepala UPT Pasar Natar Rohaida membenarkan hal tersebut, namun tidak mempengaruhi kunjungan warga ke pasar. “Kalau harga daging biasanya normal, karena saat qurban nanti daging akan sangat banyak,” ucap dia.        

Wanita yang akrab disapa Ida itu menjelaskan, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak Juli 2019 lalu sehingga tidak mengagetkan pedagang dan pembeli. “Kenaikannya memang sudah terjadi setelah lebaran idul fitri lalu,” pungkasnya. (idh/kms)