Stok Ikan Dipasok Dari Luar Daerah

50
Shofyan Apriyansyah – Nampak kapal nelayan tangkap di TPI Desa Rangai bersandar di dermaga, tidak beroperasi sudah dua pekan, akibat gelombang tinggi dan angin kencang ditengah laut, Sabtu (2/11).

KATIBUNG – Masih sepinya nelayan yang melaut akibat angin kencang disertai gelombang tinggi diwilayah Katibung. Menyebabkan, minimnya pasokan ikan hasil tangkapan nelayan diwilyah pesisir itu.

Bahkan, untuk memenuhi konsumsi ikan, sebagian besar pelaku usaha ikan diwilyah TPI Rangai Tri Tunggal, terpaksa memasoknya dari luar daerah yakni, pulau jawa dan Bengkulu.

Juli (47) pedagang ikan di Desa Rangai Tri Tunggal menuturkan, kenaikan harga ikan ditingkat konsumen disebabkan masih sepinya nelayan tradisonal yang melaut.

“ Nelayan enggan untuk melaut, akibat gelombang tinggi disertai angin kencang berdampak minimnya pasokan ikan di Rangai,” kata Juli, Sabtu (2/11).

Alhasil kata Juli lagi, harga ikan konsumsi ditingkat konsumen merangkak naik. Kenaikan harga itu dipicu karena besarnya biaya oprasional pengiriman ikan dari luar daerah.

“ Menghadapi situasi demikian, kami terpaksa memesan ikan konsumsi dari pulau Jawa dan Bengkulu. Sehingga, harga ikan merangkak naik kerena besarnya biaya pengiriman,” kata Juli.

Sementara, Salman (45) pedagang ikan lainnya mengatakan, kenaikan harga ikan konsumsi bervariatif. Saat ini, kenaikan harga umumnya mencapai Rp. 5000-10 ribu rupiah perkilogramnya.

“ Contoh ikan simba yang tadinya harga dikisaran Rp.35 ribu rupiah kini naik menjadi Rp.50 ribu rupiah. Kemudian, ikan tongkol kisaran harga normal Rp.20-25 ribu rupiah kini naik menjadi Rp.30-35 ribu rupiah,” kata Salman.

Sriyanti (35) konsumen TPI Desa Rangai mengungkapkan, sudah dua pekan terkahir kenaikan harga ikan konsumsi mengalami kenaikan. Untuk mensiasatinya dirinya terpaksa mengurangi pembelian secukupnya saja.

“ Harga ikan konsumsi di TPI rangai dua minggu ini naik rata-rata mencapai Rp.10 ribu rupiah perkilogramnya. Untuk mensiasatinya, saya terpaksa mengurangi jatah pembelian ikan dan menutupinya dengan membeli lauk pauk lainnya yang lebih murah,” ungkap Sri. 

Meski demikian kata Salman lagi, untuk stock kebutuhan ikan konsumsi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Rangai Kecamatan Katibung,  walau harga merangkak naik namun pasokan ikan masih memadai.

 “ Minmnya pasokan ikan hanya dialami nelayan tangkap tradisional di Desa rangai saja. Namun, untuk stock ikan konsumsi masih memadai, karena parapedangang memasoknya dari luar daerah,” kata Salaman. (CW2) 

BAGIKAN