Sulit Cari Lahan Hibah, Pembangunan RSU Tertunda

50
Ilustrasi RS

TANJUNG BINTANG – Harapan masyarakat Kecamatan Tanjung Bintang untuk memiliki Rumah Sakit Umum (RSU) tak berjalan mulus. Rencana besar itu terganjal dengan ketiadaan lahan hibah yang belum didapat hingga kini.

Peran pemerintah desa disana juga belum membuahkan hasil dalam proses pencarian lahan hibah tersebut. Akibatnya rencana pembangunan RSU yang digadang-gadang belum lama ini terancam menggantung tanpa kepastian.

Kepala Desa (Kades) Jati Indah Ibdi Irwanto menjelaskan bahwa luas lahan yang dibutuhkan dalam pembangunan RSUD itu minimal seluas satu hektar, dikarenakan lahan yang dibutuhkan sangat luas dirinya sangat kesulit mencari hibah lahan dari warga.

BACA :  Jalanan dan Rumah Jadi Sasaran Disinfektan

“Minimal lahan yang kita butuhkan itu satu bektar, makin kesini pasti ada saja perluasan, bangunan juga akan semakin bertambah, paling tidak lahan yang dibutuhkan itu seluas tiga hektar,” jelas Ibdi kepada Radar Lamsel di kantor desa Jati Indah, Rabu (23/10).

Dia juga mengatakan bahwa di Kecamatan Candipuro sudah tersedia lahan, namun Pemerintah Kecamatan Tanjung Bintang sedang mengupayakan dalam mencari lahan guna melangsungkan pembangunan RSUD di Kecamatan itu.

“Kecamatan Candipuro sudah siap lahannya, Tetapi kami masih berupaya semaksimal mungkin, sebenarnya kalau lahan register ada di kecamatan Tanjung Bintang, desa Jatibaru dan desa Trimulyo sudah siap, tapi penerintah nggak mau kalau lahan register, mungkin juga karena lokasinya kurang seterategis,” kata Ibdi.

BACA :  Perangi Corona Harus PHBS

Masih kata Ibdi, dia mengatakan sebenarnya sudah ada lahan milik warga yang siap dipakai seluas satu hektar, namun lahan itu bukan dihibahkan melainkan pemilik lahan itu meminta menanam saham di RUSD tersebut.

“Misalnya harga tanah satu rante 70 juta, nanti dikalikan menjadi satu hektar hasilnya berapa, bisa sampai 1,2 M, mungkin nanti kita bicarakan kembali kepada camat mengenai masalah itu,” pungkas Ibdi. (CW1)