Sutono : Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi

977
Sekkab Lamsel Ir. Sutono, MM

KALIANDA – Angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan masih cukup tinggi. Untuk itu, Pemkab Lamsel meminta kepada tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Khagom Mufakat ini dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal tersebut ditegaskab Sekkab Lamsel Ir. Sutono, MM dalam sambutannya pada acara puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2015 tingkat Kabupaten Lamse, yang digelar di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamsel, Rabu (2/12).

Dikatakannya, selain angka kematian ibu dan bayi meningkat, masih juga terdapat kabar berita bayi yang kekurangan gizi. Dia berharap, pada momentum puncak HKN ke-51 dapat dijadikan sebagai peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

BACA :  BPJS TK Kalianda Optimalkan 'pelayanan' Lapak Asik

“Peringatan HKN bukan haya sekedar dirayakan seperti ini. Tetapi, lebih kepada meningkatkan pelayan kesehatan kepada masyarakat. Agar, tingkat kesehatan masyarakat juga semakin baik,”tegas Sutono dalam arahannya, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinkes Lamsel dr. Jimmy Banggas Hutapea membantah jika angka kematian ibu dan bayi meningkat pada tahun 2015 ini. Sebab, angka kematian ibu dan bayi dari Januari-awal Desember 2015 justru turun.

Dijelaskannya, pada tahun 2015 ini angka kematian ibu dan bayi mencapai 70 kasus. Sementara, pada tahun 2014 angka kematian ibu dan bayi mencapai 98 kasus.

BACA :  Fraksi PKS Serahkan APD Buat Tenaga Medis Bob Bazar

“Kalau untuk angka kekurangan gizi pada balita, saya tidak hapal. Upaya yang akan dilakukan Dinkes Lamsel dalam menekan angka kematian ibu dan bayi dengan cara melakukan berbagai program-program pelatihan kepada para tenaga kesehatan. Selain itu, kami juga akan memberikan sarana dan prasarana kepada para tenaga kesehatan misalnya kendaraan roda dua dan insentif. Ini dilakukan untuk dapat menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan bisa berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi,”bantah Jimmy. (idh)