Swadaya Warga ’Satire’ Buat Pemprov Lampung

83
Idho Mai Saputra – Warga Desa Maja, Kecamatan Kalianda nampak antusias gotong royong menambal jalan Provinsi yang rusak dengan menggunakan semen, Minggu (19/1) kemarin.

KALIANDA – Budaya gotong royong yang ditunjukan masyarakat Desa Maja, Kecamatan Kalianda patut dicontoh. Selain menunjukkan kekompakan aksi swadaya menambal jalan provinsi itu bak satire (sindiran) kepada Pemprov Lampung yang tak kunjung memperbaiki kerusakan jalan.

Hal ini dilakukan atas dasar keprihatinan warga karena kondisi jalan penghubung antar kecamatan itu kondisinya rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Bahkan, jalan bolong tersebut dikabarkan sudah merenggut dua nyawa warga desa tetangga.

Pantauan Radar Lamsel, sejumlah warga tampak antusias dan semangat melakukan kerja bakti membersihkan badan jalan. Sebagian lainnya, tampak serius menambal jalan bolong dengan menggunakan adukan semen.

BACA :  Komisi II Kaget SPBN Nunggak Retribusi 2 Tahun

Kepala Desa Maja Safrian mengungkapkan, penambalan jalan bolong yang ada di desanya merupakan inisiatif warganya. Sebab, mereka tidak ingin ada korban jiwa akibat kondisi jalanan rusak yang tak kunjung diperbaiki.

“Ini murni swadaya masyarakat. Tidak ada paksaan bahkan bantuan dari pihak manapun. Karena kita tidak mau lagi ada korban yang mengalami kejadian tragis beberapa waktu lalu. Dua orang sudah jadi korban karena jalan bolong yang ada di tanjakan penghubung Desa Maja dan Pauh Tanjung Iman,” ungkap Safrian di lokasi kerja bakti, Minggu (19/1) kemarin.

Dia menyebutkan, terdapat sekitar 6 hingga 10 lobang yang kondisinya cukup parah. Selain lubang yang cukup dalam, lokasinya juga berada di bagian tanjakan dan tengah badan jalan. Sehingga, sangat mengganggu para pengguna jalan yang melintas.

BACA :  PSBB di Seberang, Lamsel Perketat Akses

“Apalagi kalau kita melintasi di waktu malam hari. Kadang jalan lobang ini tidak begitu terlihat jelas. Jadi, menyebabkan pengguna jalan lepas kontrol hilang kendali yang berpotensi sangat membahayakan mereka,” bebernya.

Dia berharap, pemerintah dari leading sektor terkait segera melakukan perbaikan terhadap sejumlah titik yang dianggap cukup parah. “Minimal ada penimbunan dulu walau sifatnya hanya sementara. Karena, jika dibiarkan saja khawatir akan kembali mencelakakan pengguna jalan,” pungkasnya. (idh)