Tambang Batu Way Lunik Ditutup Sementara

1088
Dok. Radar Lamsel– Camat Katibung Hendra Jaya S.Sos, bersama Sat Pol PP saat penutupan CV. Way Lunik yang berada di Desa Pardasuka Kecamatan Katibung.

KATIBUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan akhirnya mengambil langkah tegas dengan perusahaan tambang batu CV. Way Lunik. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1986 itu ditutup karena segudang masalah yang membelitnya.

Ya, perusahaan yang beroperasi di Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung itu memang punya segudang masalah. Mulai dari tidak lengkapnya perizinan, pelanggaran UU minerba dengan membiarkan lubang bekas tambang hingga penggunaan bahan peledak yang kerap mersahkan masyarakat sekitar. Termasuk berkontribusi negatif terhadap kerusakan jalan kabupaten yang ada di wilayah Katibung.

Langkah penutupan CV. Way Lunik itu juga dilakukan lantaran tidak adanya itikad baik dari perusahaan untuk menaati aturan yang ada di Bumi Khagom Mufakat ini. Perusahaan itu justru seolah cuek dan menangkangi aturan yang ada.

Camat Katibung Hendra Jaya, S.Sos mengatakan, pada September lalu tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kabupaten melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kemudian ditemukan surat menyurat serta dokumen yang sudah usang milik pertambangan itu.

“Sejak sidak yang kami lakukan tiga bulan yang lalu, hingga kini CV. Way Lunik tetap saja membandel. Kelengkapan surat tidak diurus,” ujar Hendra Jaya saat mendatangi CV. Way Lunik bersama jajarannya, Jum’at (16/12).

BACA :  Berulah, Residivis Dibui Lagi 

Dalam kurun waktu tiga bulan pasca sidak yang dilakukan tersebut, perusahaan itu dilarang beroperasi. Namun kata Hendra Jaya, informasi yang didapatkan oleh timnya CV. Way Lunik masih saja melakukan aktifitas peledakan.

“Pemerintah dikelabui dengan operasi peledakan yang masih saja dilakukan secara diam-diam oleh perusahaan. Padahal seharusnya perusahaan baru boleh beroperasi jika sudah mengantongi atau memperbaharui perizinan,” beber dia.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Katibung itu juga menyoroti keberadaan CV. Way Lunik yang tidak berkontribusi banyak perihal kondisi jalan yang rusak dan hancur akibat dilindas truk bermuatan batu yang keluar dari perusahaan.

“Jalan sudah rusak, perusahaan seharusnya juga peduli akan hal ini. Jangan hanya menyirami jalan dengan air yang malah memperparah kerusakan aspal dan tidak efisien,” ujar Hendra.

BACA :  Covid-19 Lampung Bertambah 33 Kasus

Penutupan yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan dan Sat Pol PP itu berdasarkian Surat Tugas Bupati Lampung Selatan nomor 800/2119/I.02/2016 dengan dasar UU nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Berdasarkan surat dari pak Bupati, kami lakukan pendataan pengawasan serta pemeriksaan dokumen seluruh perusahaan yang ada di Katibung, termasuk CV. Way Lunik,” terangnya.

Mantan Camat Way Sulan itu menegaskan, pihaknya memiliki kewenangan untuk menutup perusahaan yang membandel terhadap aturan yang ditegakkan dan diberlakukan Pemkab. “Kami memiliki kewenangan untuk menutup dan memberikan peringatan keras bagi setiap perusahaan yang berdiri di Katibung agar mematuhi peraturan yang ada,” katanya lagi.

Saat ditanya jika perusahaan pertambangan itu masih saja beroperasi? Hendra dengan tegas menjawab, “Akan kami tuntut jika mereka belum melengkapi perizinan tapi sudah beroperasi lagi. Ini peringatan keras,” imbuhnya.

Pantauan Radar Lamsel, saat eksekusi penutupan dilakukan hanya ada beberapa pekerja yang berada disekitar pertambangan. Sementara Humas CV. Way Lunik Junaidi tidak berada dilokasi saat eksekusi berlangsung. (ver)