Tanah Timbunan JTTS, Ganggu Pengguna Jalan

419

PENEGAHAN – Pengerukan tanah di Dusun Sepang Desa Sukaraja Kecamatan Penengahan yang dikerjakan PT. Wasco mengotori ruas jalan kabupaten penghubung dua wilayah, Kecamatan Palas dan Penengahan . Akibatnya tanah yang berserakan disepanjang jalan mengganggu aktifitas pengguna jalan.

Rifai (47) warga Dusun Sepang Desa Kekiling mengatakan pengerjaan yang dilakunkan PT. Wasco sudah berlangsung hampir sepekan dan tanah tersebun digunakan untuk penimbunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Desa Kekiling.

“Sudah sepekan ini jalan di depan rumah saya banyak debunya bahkan sampe keteras rumah. Memang sudah ada petugas yang menyiram, tapi Cuma sehari dua kali,” ungkap Rifai, kepada Radar Lamsel, Minggu (21/1) kemarin.

BACA :  'Nokang' Bertahun-tahun, Pendamping Ini Kecoh Dua Dinas

Painah pengguna jalan, yang setiap hari melintasi jalan tersebut mengatakan jalan yang paling banyak  tanah tepat di depan pintu masuk pengerukan sepanjang 100 meter. “kalau pagi jalannya terasa bergelombang gara-gara tanah yang nempel. Padahal aspalnya masih bagus,” terangnya.

Painah berharap dari pihak PT.Wasco untuk menambah pekerja yang bertugas membersihkan jalan karena ia sangat merasa tergagau.“Ya kalau bisa tananya setelah dikeruk supaya disiram supaya tiadk ada debunya,” tutup painah.

BACA :  Siap Hompimpa Demi Poros Baru

Sementara pekerja harian dari PT. Wasco yang enggan menyebut namanya mengatakan bahwa sudah ada petugas yang membersihkan tanah yang berceceran dijalan kabupaten itu, termasuk termasuk dirinya. “Tapi untuk tanah yang sudah menempel  tidak bisa dicongkel lagi dengan skop,” katanya.

Ia mengakui, jika terkena hujan tanah yang menempel yang menempel di permukaan maka jalan menjadi sangat licin, “ Kemarin ada pengendara motor yang terpeleset, kalau tak salah kemarin atau dua hari yang lalu. Utung bawa motornya pelan dan pengendaranya tak apa-apa,” tuturnya. (CW1)