Tanam Katuk, Lepas Bekapan Stunting

35
David Zulkarnain – Salah satu tanggul jaringan irigasi di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi yang dimanfaatkan petani menjadi lahan taman, Kamis (16/1).

PALAS – Unit Pelakasana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas terus berupaya melepas status  desa stunting yang disandang Desa Tanjung Sari.

  Berbeda dengan wilayah Candipuro disana pencegahan stunting dilakukan dengan gerakan serentak penanaman kelor. Di Desa Tanjung Sari pencanangan pencegahan stunting akan dilakukan dengan gerakan serentak penanaman katuk, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui dan balita.

 Kepala UPT Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas Rosmeli mengatakan, sejak menyandang lokasi khusus (lokus) stunting pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan stunting di Desa Tanjung Sari.

 “Tahun 2020 ini Desa Tanjung Sari menjadi lokus stunting, maka dari itu pada Januari ini kami mulai bergerak untuk melakukan pencegahan untuk melepas status desa stunting tersebut,” ujar Rosmeli kepada Radar Lamsel saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/1).

BACA :  LKS Bina Sejahtera Berikan Bantuan Untuk Daeng

 Rosmeli menuturkan, pada 2019 lalu dalam kegiatan konvergensi stunting terdapat 354 balita yang menjadi sasaran. Dengan hasil 29 persen prevelensi stunting. Atau sebanyak 102 balita yang dinyatakan stunting.

“Desa yang dinyatakan bebas stunting memiliki angka prevelensi dibawah 20 persen. Sementara di Desa Tanjung Sari angka prevelensinya sebesar 29 persen dari 354 balita. Atau ditemukan 102 balita stunting,” terang Rosmeli.

 Rosmeli menerangkan, salah satu upaya untuk menekan angka stunting tersebut yaitu dilakukan dengan intervensi gizi spesifik balita untuk 1.000 hari  pertama kehidupan. Salah satunya dengan gerakan penanaman katuk di Desa Tanjung Sari.

BACA :  Dinikmati 4 Bulan Lalu Rusak Lagi

 Penanaman katuk ini, sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk ibu menyusui dan balita.

 “Daun katuk juga memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tinggi, tak kalah dengan daun kelor. Terutama untuk memperlancar ASI untuk ibu menyusui,” jelasnya.

 Lebih lanjut Rosmeli menjelaskan, pencanangan penanaman katuk serentak ini akan dilakukan Jumat (17/1) dengan melibatkan Pemerintah Kecamatan serta Unit Pelakasana Teknis Penyuluh Pertanian.

 “Penanaman daun katuk ini akan kita laksanakan besok (hari ini’red), dengan melibatkan pihak kecamatan dan UPT Pertanian,” pungkasnya. (vid)