Tanaman Padi Puso Meluas

227
David Zulkarnain – Salah satu hamparan tanaman padi di Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas yang masih tergenang banjir jebolnya tanggul penangkis Sungai Way Pisang, Kamis (21/2). UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas menyatakan jumlah puso bertambah menjadi 210 hektar.

Total 210 Hektar Tersebar di Kecamatan Palas

PALAS – Tanaman padi yang mengalami puso akibat jebolnya tanggul penagkis Sungai Way Pisang yang berada di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas pada pekan lalu terus bertambah.

          Sebelumnya, Unit Pelakasana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas menyatakan, pada Senin (18/2) seluas 40 hektar  tanaman padi mengalami puso. Dan kini jumlah itu bertambah menjadi 210 hektar.

          Kepala UPT penyuluh Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa mengtakan, berdasarkan pendataan terakhir yang dilakukan,  jumlah tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 210 hektar dari sebelumnya berjumlah 40 hektar.

          Agus menyebutkan, tanam padi yang mengalami puso akibat terdampak banjir tersebut terjadi di Desa Pematangbaru seluas 105 hektar, Sukabakti 50 hektar, Sukaraja 10 hektar, Bangunan 30 hektar dan Baliagung 10 hektar.

BACA :  Pemprov Lampung Fasilitasi Pemasaran Cabai Merah Pesawaran Masuk Jakarta

          “Dari hasil pendataan terakhir dan laporan kelompok tani, jumlah tanaman padi yang mengalami puso bertambah menjadi 210 hektar,” kata Agus kepada Radar Lamsel, Kamis (20/2).

          Agus juga mengatakan, bertambahnya jumlah luas tanaman padi yang mengalami gagal panen itu disebabkan karena pembusukan tanaman padi akibat sisa genangan banjir. Selain itu, juga disebabkan serangan hama keong mas yang terbawa banjir.

          “Untuk lahan sawah yang berada di dearah lebung, masih ada sisa genangan banjir sehingga tanaman padi mengalami pembusukan. Selain itu juga disebabkan karena serangan hama keong mas yang masuk kelahan sawah pada saat banjir kemarin,” ungkapnya.

BACA :  Puluhan Petani Dilatih Budidaya Padi

          Lebih lanjut, Agus menerangkan, tanaman padi yang mengalami puso akibat terdampak bajir tersebut berusia 10 – 20 setelah tanam dan belum terdaftar dalam Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP). Meski begitu pihanya berupaya akan memberikan bantuan benih kepada petani melalui cadangan benih dearah.

          “Diketahui tanaman padi yang mengalami puso belum terdaftar AUTP. Namun kami akan berupaya memberikan bantuan benih melalui Cadangn Benih Daerah,” ungkapnya. (vid)

BAGIKAN